oleh

Aroma Trafiking, narkoba di Hotel Borneo Emerald Belum Tercium Aparat..?

Ketapang, Media Kalbar

’’Diskotik Bar Klub Malam modus yang dimanfaatkan oleh Germo dan Pemilik Bar atau Pemilik HoteL untuk menjaring anak di bawah umur menjadi pekerja penghibur yang sulit dijangkau oleh Pemegang peraturan hukum. Pasalnya, aturan hukum tersebut kerap kali diabaikan oleh para pemilik tempat Diskotik,’’
Hal ini di sampaikan Suhardi.MZ tokoh Pemuda Masyarakat Ketapang pada Awak Media Kalbar Jum’at 21/12/2018. Dia merasa prihatin dan resah adanya klub malam tersebut. Dimana Diskotik atau klub malam Hadir di Hotel Borneo Emerald sekian Lama di Jalan Katamso Simpang Lima Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat.

Dia menilai, Pemerintah kurang Cermat dalam pengawasan tempat hiburan malam yang sarat terselubung tersebut, Sehingga, Wanita dan anak-anak di bawah umur bisa masuk ke dalam tempat tersebut untuk memancing aura lelaki hidung belang, mata keranjang tanpa di Bebani Tiket (Gratis).
’’Sedangkan untuk Anak Lelaki dibawah Umur atau Dewasa dikenakan Tiket tanpa kecuali oleh Drefer atau Security Diskotik di Hotel Borneo Emerald tersebut senilai Rp. 100.000, Dari Pemerintah juga kurang pengawasan. Harusnya anak di bawah 18 tahun tidak boleh masuk ke sana.”ungakp Suhardi

Diskotik yang di sinyalir dimanjakan oknum Penegak hukum tempat hiburan yang disebut-sebut paling aman untuk Indikasi pesta Barang Haram Jenis narkoba dan Minuman beralkohol telah melampaui Batas Kewajaran, pasalnya Start dari Jam 22.00 – 03.00 Dini hari. Selain itu, ada indikasi perdagangan perempuan ABG (trafficking).
Dugaan Kuat adanya Indikasi oknum aparat yang menjadi back’ing di Diskotik Bar Hotel Borneo Emerald, tempat hiburan malam itu menjadi Sorotan perhatian serius masyarakat Ketapang yang sangat menjunjung tinggi tata Krama dan Agama, bila Generasi Pemuda dan Pemudi terpengaruh dengan Diskotik di Hotel Borneo Emerald dengan Jenis barang Haram Narkoba dan Minuman Beralkohol
“dan yang lebih ironisnya Pihak Security dan pemilik Hotel menjalankan Niat dengan Penghasilan yang cukup Besar, mereka memasang Drefer Berbau Samseng alias Preman untuk memuluskan akal bulusnya pemilik Hotel dan Rekannya, pada malam-malam tertentu pengunjung diskotik tersebut mencapai 200 orang yang merupakan anak di bawah umur dan pelajar,” katanya

Suhardi berharap Tokoh Agama, dan Penegak Hukum bisa mengambil Langkah inisiatif untuk menyelamatkan Generasi Muda yang telah terjerumus dengan adanya diskotik tersebut. Terutama Kaum Ulama untuk menyelamatkan Anak di Bawah umur. *** (Yan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed