by

300 Tenaga Kontruksi Ikuti Uji Sertifikasi di Balai PJN 20 Kalimantan Barat

Pontianak, Media Kalbar
“ini manah dari Undang-Undang, ini saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para semua pihak dan semua stakeholders atas komitmennya untuk melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 02 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi yakni dengan melakukan sertifikasi terhadap tenaga kerja konstruksi pada proyeknya.”

Demikian disampaikan oleh M. Agung Darmawan Kesubag TU Balai Jasa Kontruksi Wilayah V Banjarmasin saat memberikan sambutan pembukaan Fasilitasi Uji Sertifikasi Tenaga Kontruksi di PJN 20 Pontianak Kalbar, Sabtu (16/3)

di katakan lebih lanjut SDM atau Tenaga kerja yang bersertifikat diharapkan akan mendongkrak produktivitas dan kinerja pembangunan infrastruktur. Tuntutan tersebut tentunya harus sejalan dengan jaminan peningkatan kesejahteraan bagi seluruh tenaga kerja konstruksi bersertifikat.

“Kegiatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi yang akan kita laksanakan hari ini diharapkan menjadi pendorong peningkatan daya saing tenaga kerja konstruksi Indonesia, dan kepada tenaga kerja yang akan disertifikasi agar dapat meningkatkan kompetensi-nya sesuai dengan standar kompetensi kerja yang ditetapkan untuk memperoleh sertifikat kompetensi kerja. Selain itu perlu juga saya sampaikan bahwa tenaga kerja yang sudah kompeten nantinya agar dapat mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan dalam bekerja.”tuturnya.

Hal ini memberi keyakinan dan optimisme, “bahwa kita bisa dan sanggup menyiapkan dan mempercepat proses sertifkasi tenaga kerja konstruksi secara on the job training pada Proyek-proyek strategis baik di lingkungan internal maupun eksternal Kementerian PUPR, seperti yang dilakukan selama hari ini.”jelasnya

Pada kesempatan ini Kami juga memberikan apresiasi kepada Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) yang turut mendukung penyelenggaraan jasa konstruksi yang akuntabel, terbuka, serta memberikan kemudahan akses melalui pengembangan sistem sertifikasi elektronik/digital bagi Tenaga Kerja dan Badan Usaha.
Sertifikat digital ini merupakan bagian dari antisipasi pemalsuan sertifikat yang marak terjadi di lapangan. Kedepannya penyelenggara pengadaan jasa konstruksi cukup dengan membuka smartphone, lalu scan barcode yang tertera pada sertifikat, maka akan terlihat apakah sertifikat itu palsu atau tidak.

Bahwa Upaya yang telah ditunjukkan pada hari ini menunjukkan peran stakeholder dan pentingnya pembinaan konstruksi guna menyiapkan tenaga kerja konstruksi yang berkualitas, berkompeten dan berdaya saing. “Untuk itu saya secara pribadi mengucapkan terima kasih atas kerja keras Insan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi khususnya Balai Jasa Konstruksi Wilayah V Banjarmasin, BPJN XX Pontianak Pemerintah Provinsi  Kalimantan Barat, BUMN Karya dan Kontraktor Swasta, LPJKP dan jajaran yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini, mudah-mudahan apa yang dilaksanakan dan dicapai pada hari ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan demi kejayaan Konstruksi Indonesia.”ungkapnya

Agung Darmawan juga mengungkapkan kepada sejumlah media usai pembukaan bahwa sertifikasi adalah keharusan yang di miliki oleh pekerja jasa kontruksi, “dengan adanya sertifikat, maka itu legalitas dan kompetensi tenaga kontruksi lebih di akui dan itu wajib di miliki oleh pekerja atau tenaga Kontruksi karena itu amanah Undang-undang.”tandasnya.

Kegiatan ini di buka oleh Kasubag TU PJN XX Pontianak Endang, dan di ikuti 300 Peserta yang terdiri dari pihak PPK, Pihak Pelaksana Kontruksi di lingkup PJN XX Pontianak. (amad)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed