by

Ruhermansyah: Awasi Dan Pahami Perbedaan Surat Suara Sah Dan Tidak Sah

Pontianak, Media Kalbar

Ketua BAWASLU Kalbar, Ruhermansyah, S.H memaparkan tanggapannya terkait kondisi sosial politik masyarakat Kalbar menjelang Pemilu 2019, yang saat ini tinggal hitungan beberapa hari lagi. Terutama untuk pengawasan dan antisipasi terjadinya kecurangan dalam pemilu.

Ruhermansyah menjelaskan bahwa hal itu berdasarkan penilaian dari BAWASLU terkait dengan kerawanan, seperti terjadinya pelanggaran pemilu. Namun dari segi aspek keamanan, tentunya nanti yang bertanggungjawab adalah pihak keamanan, sekilas kami yakini juga keamanan kita ini masih dapat terkendali. “Mudah-mudahan bisa tetap kondusif hingga masa pemungutan dan penghitungan suara nanti,” ujarnya Kepada Wartawan, senin (8/4)

Di beberapa peta identifikasi kami terkait potensi kerawanan pelanggaran, itu adalah dari demisi penyelenggaraan, yang masuk didalamnya adalah aspek penyelenggara pemilu, “baik KPU maupun BAWASLU, ditingkat Pengawas TPS dan KPPS, itu bisa saja terjadi surat suara yang tidak bernilai atau surat suara rusak, maka untuk itu kami menguatkan kapasitas sebagai upaya antisipasi kepada pengawas TPS kami, untuk apabila ada potensi tersebut agar segera dapat dilakukan saran perbaikannya,” jelasnya.

Ruhermansyah melanjutkan, terkait potensi kerawanan surat suara yang rusak, apabila ada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, terkait dengan pengerahan mobilisasi pemilih yang tidak berhak memilih dan itu berpotensi merusak surat suara, maka kami melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pemetaan TPS rawan, dimana yang potensi rawan untuk hal tersebut akan kami lakukan fokus pengawasan lebih intensif di situ.

“Kami juga melakukan pengawasan partisipatif, dimana melibatkan seluruh elemen masyarakat (stakeholder), untuk melaksanakn pengawasan pada masa pemungutan dan penghitungan suara, serta nanti akan dilanjutkan pada proses rekapitulasi,” imbuhnya.

Ruhermansyah menghimbau kepada masyarakat untuk mengetahui tentang surat suara sah dan tidak sah terlebih dahulu. Informasi tersebut bisa didapat dengan men-download melalui website resmi KPU dan BAWASLU, terkait materi sosialisasi tentang surat suara sah dan tidak sah.

“Kita mesti turut berpartisipasi mengawasi penyelenggaraan pemilu di tingkat TPS, khususnya bagi petugas KPPS, kita minta untuk tidak menggunakan ‘cincin’ nantinya, yang berpotensi untuk merusak surat suara. Kemudian, meja yang akan digunakan untuk meletakkan surat suara harus rata,” tegasnya.

Ruhermansyah menambahkan, sebelum memberikan surat suara, petugas KPPS harus mengeceknya terlebih dahulu, dengan cara dibuka dan dipastikan apakah ada hal-hal yang dapat merusak surat suara atau menjadikan surat suara tidak sah, seperti robek atau ada coretan-coretan.

“Itulah beberapa hal antisipasi untuk kita awasi bersama, terkait dengan mencegah potensi tidak bernilainya surat suara atau surat suara menjadi tidak sah,” tukasnya menutup wawancara. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed