by

Apel Kebangsaan, Perbedaan Pilihan Jangan Sampai Pecah Belah Bangsa, Hindari Berita Hoax

Pontianak, Media Kalbar

“Kita jangan terus berburuk sangka, kalau perbedaan itu biasa dalam Politik, kalau yang salah ya proses hukum, berita-berita bohong jajaran pemerintahan dan kita semua mengurangi berita bohong, minimalisir berita bohong dan hilangkan, berkampanye dengan baik semua pihak , ini pesta rakyat, kalah menang itu biasa dan jangan pecah belah kita, bangsa ini satu kesatuan.”

Demikian disampaikan Jendral TNI (Purn)  Luhut Binsar Panjaitan Menteri Koordinator Kemaritiman RI kepada sejumlah wartawan di Pontianak ketika menghadiri Silaturrahmi dan Apel Kebangsaan Dalam rangka menuju Pemilu Damai di Rumah Radank Pontianak, Jumat (12/4/19)

Sebelumnya Luhut menyampaikan ketika memberikan sambutan bahwa silaturrahmi dan apel kebangsaan bahwa silaturrahmi itu tetap harus di bangun jangan karena perbedaan memecah belah kita.

Luhut juga menyampaikan beberap isu yang berkembang salah satunya adalh tentang Tenaga Kerja Asing, di katakan Luhut bahwa TKA ada di Indonesia sebesar 95.000 orang dan 124 juta lebih lapangan kerja di Indonesia, “jadi hanya 0,7 % dari semua tenaga kerja di Indonesia, bandingkan di Malaysia yang mencapai 5 % dan Singapura yang mencapai 25 %.”ujar Luhut

Diungkapkan juga bahwa Presiden telah memerintahkan adanya issu PKI, tentang gerakan Komunis atau PKI ternyata tidak di temukan, kemudian Tenaga Kerja Asing asal china yang banyak masuk juga tidak di temukan kalau ada tunjukan di mana.

Dalam Silatuturrahmi dan Apel Kebangsaan tersebut selain  Menko Kemaritiman Luhur Binsar Panjaitan, juga hadir Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof DR. Mahfud MD, Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji, Kapolda Kalbar, Wasekjen MADN mewakili Presiden MADN Karolin Margret Natasa yang juga Bupati Landak, Anggota DPR RI Erwi TPL Tobing, Ketua Umum IKBM Pusat H, M. Rawi, Ketua-Ketua Paguyuban yang ada di Kalbar dan sejulah OKP dan Mahasiswa.

Anggota Dewan Pengarah BPIP Prof. DR. Mahfud MD ketika memberikan sambutan menyampaikan bahwa  Indonesia  terdiri dari 17.504 Pulau, 16.100 Pulau yang mempunyai nama dan 1.400 an belum di beri nama, sangat beruntung bangsa ini disatukan dalam negara Kesatuan Republik Indonesia. “1.300 lebih suku bangsa Indonesia, 726 Bahasa daerah, dan ratusan agama dan keyakinan lokal yang hidup berkembang di negara ini, namun issu agama tidak pernah memecah bangsa Indonesia tidak seperti Hindustan Raya yang pecah kerena agama yang melahirkan negara Pakistan, kemudian Pakistan pecah karena etnis atau suku yang muncul negara Banglades.”jelas Mahfud

Mahfud juga memaparkan tentang kesadaran Demokrasi tang terdiri dari 3 hal yaitu pertama Libertied yaitu kebebasa setiap orang dalam demokrasi, kedua egalite yaitu kesamaan kedudukan dalam hukum dan reterite yaitu kesejahteraan bersama dalam kesatuan, “kita jangan dirusak terutama dengan berita-berita hoax.”ujarnya di hadapan para peserta silaturrahmi dan apel kebangsaan.

Di katakan bahwa untuk Hoax ada 3 hukum yang menjeratnya yaitu pertama UU KUHP dimana memfitnah dan mencemarkan nama baik orang, kedua UU ITE dan Ke tiga, Undang-undang nomer 1 tahun 1946 yaitu berita bohong yang membuat kekisruhan.

Mahfud juga mengajak dalam pemilu nanti untuk menggunakan Hak Konstitusi masyarakat yaitu memilih, “gunakan hak suara untuk memilih tanggal 17 April Nanti, selepas tanggal 17 nanti kita bersama lagi, berangkulan kembali, mari kita rawat perbedaan dalam kesatuan bangsa ini.”kata Mahfud.

Gubernur Kalimantan Barat H, Sutarmidji menyampaikan bahwa  membangun Indoensia khusunya Kalimantan Barat adalah positif untuk negara kita, “saya membuka seluas-luasnya bagi etnis budaya dan agama apapun untuk berkembang di Kalimantan Barat”.kata Midji

Gubernur juga menyampaikan terkait pemilu, bahwa setelah tanggal 17 April 2019, “apapun hasilnya kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan Indoensia,”

Kegiatan tersebut di inisiasi oleh MADN yang mana menjadi Ketua Panitia adalah Sekjen MADN Yocobus Kumis. (amad)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed