by

Proyek Pasar Rangge Sentap Terindikasi Menjadi Ladang Pungli dan Korupsi

Ketapang, Media Kalbar

”Proyek pasar ini, air tak jalan dan lampu penerangan pasar tak ada, belum di pasang serta belum aktif, Meja pasar belum di cuci dan di bersihkan, kalau mau di pakai pasar ini harus di bersihkan dulu, kalau di pakai bangunan yang ada karena meja dan tempat sangat kotor sekali, yang bersihkan seharus Kontraktor pekerja proyek ini,”

Demikian di ungkapkan Koteh Masra salah satu pedagang pasar Rangge sentap,Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang, Kepada media kalbar saat Wartawan Media Kalbar investigasi ke lokasi pasar tersebut, Jum’at 21/6/19 .

Melihat ada aroma yang tidak beres, Media Kalbar investigasi fisik proyek pasar miliaran rupiah tersebut, terdapat keretakan di dinding gedung di beberapa sisi gedung, keramik proyek tersebut banyak yang sudah mulai pecah, kran air banyak yang tidak di pasang, mesin sedot air tidak ada. Selain itu berdasarkan informasi yang di himpung media Kalbar, pasar sementara di bangun dari Kayu yang diduga menggunakan dana pribadi Kepala Dinas Prindagkop Toni Jaya SH.MM untuk penempatan para pedagang Pasar Haji Sani dijadikan Lahan Basah Pribadi Pungli oleh oknum Prindagkop, pasalnya satu pintu ruko tersebut di sewakan sebesar 2 sampai 3 juta perpintu, bahkan 1 orang bisa menguasai sampai 6 ruko.

Adanya Pembangunan Proyek Pasar Rangge Sentap Jalan Imam Bonjol Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, memasuki babak baru untuk di bongkar diperkirakan ada dugaan potensi kerugian duit negara Milyaran Rupiah, dugaan korupsi ini bergulir pada pertengahan pembangunan Pasar Rangge Sentap pada tahun 2018 yang dibiayai dana APBD ( Anggaran Pendapatan Belanja Daerah).

Proyek Pasar dan Pelabuhan pasar Rangge Sentap tidak ada ketransparan dalan Audit dan pemeriksaannya. Bagaimana dengan Penegak hukum untukTindak lanjut dalam proyek indikasi dugaan kuat Penyimpangan pembangunan pengadaan barang/jasa Kontruksi Pasar Rangge Sentap yang di kelola serta diakomodir Dinas Koperasi Usaha Kecil Menegah Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagkop), semoga secepatnya terungkap penyimpangan proyek Pasar tersebut bersama Pidsus Kejagung, Subdit Kabagreskrim Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri dan KPK perihal korupsi di tubuh penguna keuangan negara di Kab. Ketapang Kalbar.*** (Yan)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed