oleh

Proyek MCK Beraroma Korupsi

Ketapang, Media Kalbar

Pembangunan adalah suatu hal yang mesti di dukung oleh semua pihak tidak terkecuali masyaraakat apa lagi untuk kepentingan masyarakat, namum pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana untuk masyarakat semestinya harus transparan karena menggunakan dana atau uang yang bersumber dari APBD/APBN yang berasal dari uang rakyat, jika tidak transparan makan akan menjadi pertanyaan semua pihak termasuk masyarakat, maka jangan salahkan jika ada LSM atau Masyarakat yang menilai pembangunan menjadi ladang korupsi atau berpotensi korupsi, seperti pada Proyek Pembangunan MCK (Mandi Cuci Kakus) di 2 (dua) Objek Area di tempat yang sama di Desa Pematang Kuini RT.17 Jalan Tamat Pematang Naning Kelurahan Mulia Kerta dan di belakang yayasan Raudhatul Ulum Al Hikmah Kecamatan Benua Kayong  Kabupaten Ketapang Wilayah hukum Kalimantan Barat, Dimana tidak ada plang dan terkesan ada yang di tutup-tutupi

Berdasarkan konfirmasi bersama warga setempat pak Muliadi, minggu 14/07/19 tentang ikwal proyek pekerjaan MCK, saat dipertanyakan oleh awak MK,” Dari Dinas mana pekerjaan ini dan berapa besar pagu dananya? Dikatakan pak Muliadi,”Saya dak tau ak, saya ni hanya pekerja bah. Dipertanyakan lanjut tentang status  tanah yang ada apakah dijual atau dihibahkan secara cuma-cuma buat negara? dijawab,“Nah ini pun saya kurang tau juga, yang saya dengar dananya 400 juta dan yang punya pekerjaan ini bernama Molik ipar dari kepala rombongan kerja kami ini, saye ni dak tau ape-ape, di bawa orang kerje sebujurnye bekerja am” kata pak Muliadi.

Konfirmasi lanjut bersama pak ustad Hariyanto, awak MK mempertanyakan,” Berapa besar dana proyek MCK yang ada ini? dijawab,” Saya dengar dananya 400 juta ada juga yang bilang 450 Juta, selebihnya saya kurang tau juga. Awak MK lanjut mempertanyakan dimana papan plang proyek pekerjaan tersebut? dijawab,” tidak di pasang kah, setau saya papan plang nya ada, cuma blom di pasang aja kali,” kata  ustad Hariyanto.

Taufik dari Laskar Anti Kaorupsi Indonesia (LAKI) juga menyoroti dan menyampaikan kepada media Kalbar bahwa Ini proyek MCK di bangun di dua titik dengan tempat dan kawasan yang sama, menjadi pertanyaan proyek MCK dibangun 8 pintu berbentuk kotak/kubus. Ada yang 450 juta dan ada yang 400 juta, padahal bentuk dan jumlah bangunannya sama. Lebih gilanya lagi, besi pondasi dan besi tiang penyanga menggunakan besi banci 6 inc dan 8 inc banci. Dan tidak memasang papan plang proyek, inilah proyek penipu, katanya milik DPUTR menggunakan pihak ketiga, antara lain kontraktor dan pelaksana agar pihak DPUTR aman melakukan proyek nipu atau proyek korupsi. lanjut diungkapkannya,

”Saya heran Plt. Kadis Mahsus sudah sekian lama menjabat Plt Kadis, yang lebih mengherankan lagi berani melakukan pekerjaan tanpa kontrak alias kerja dulu kontrak menyusul. Seperti apa penegakan hukum di Ketapang ini, semuanya aman-aman saja. Saya curiga ada apa di balik ini semua. Penguasa dan Kontraktor terang-terangan melakukan kejahatan korupsi Sistematis proyek PL maupun tender/lelang dengan Nilai Puluhan Milyar Rupiahdi Kab. Ketapang amburadul dalam pengunaan keuangan negara sarat akan kepentingan kekuasaan yang menyimpang dari sistem aturan Undang-Undang keuangan milik Negara mengatasnamakan kepentingan masyarakat,” pungkasnya Taufik dari LAKI.

Investigasi Tim awak Media Kalbar, proyek Pembangunan MCK tersebut disinyalir sarat akan penyimpangan adanya dugaan kuat Aroma berbau Menyengat penyimpangan Keuangan Negara, Pasalnya proyek MCK tidak memiliki Papan Plang pengumuman Informasi Proyek bersumber Dana darimana dan uang anggaran apa, sehingga mengundang pertanyaan para pegiat perduli keuangan Negara untuk percepatan Pembangunan Potensi kepentingan masyarakat dari keuangan Negara, hasil temuan tim Awak Media Kalbar, ada ketidak beresan dari Pengadaan satuan Barang/Jasa dan ketidak jelasan asal domosili tempat proyek, antara lain tanah tersebut apakah dihibahkan oleh warga setempat atau tanah tersebut di beli oleh Negara, yang mana terkesan proyek MCK menjadi pertanyaan kalangan kaum aktivis dan aliansi, dari tahap perencanaan dan pelaksanaannya berhembus Kepentingan untuk mengerogoti keuangan Negara dengan Modus Proyek MCK yang mana Disinyalir proyek Rekanan antara oknum Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Ketapang dengan pihak kontraktor pelaksana, namun ini masih dugaan, Tim media kalbar masih terus menelusuri hal ini, untuk mencari kebenarannya. (Yan)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed