oleh

Buka Rakerwil Dan Seminar ALFI/ILFA, Mardiono Berharap Bisa Menghasilkan Rumusan Strategis

Foto: Penyerahan cinderamata ALFI Kalbar (amad)

Pontianak, Media Kalbar

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Kesejahteraan Rakyat H. M. Mardiono membuka kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan Seminar Assosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia, ALFI/ILFA Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Hotel Golden Tulip Pontianak, kamis (12/3).

Dalam kegiatan yang mengangkat tema “peran logistik dalam pembangunan bangsa di era digital”, Mardiono Berharap kegiatan ini bisa menghasilkan rumusan-rumusan strategis tentang  memaksimalkan sektor usaha logistik sebagai salah satu tulang punggung ekonomi nasional khususnya di Kalimantan Barat.

“Saya disini lebih banyak mendengar apa persoalan dan bagaimana solusi kedepan tentang sektor usaha logistik, tentunya nantinya kita akan Sampaikan ke Bapak Presiden untuk bisa melakukan apa yang akan dilakukan kedepan terhadap sektor usaha logistik.” Jelas Mardiono saat memberikan sambutan.

Diterangkan lebih lanjut bahwa logistik menjadi bagian penentu harga barang konsumsi masyarakat, logistik di Indonesia tertinggi di kawasan asia tenggara, 17 % pembiayaan harga diserap oleh logistik, negara lain hanya 10 %. “Biaya logistik tinggi maka barang-barang yang dikonsumsi masyarakat mahal, ini yang disebut ekonomi biaya tinggi. Maka salah satu yang menjadi perhatian presiden adalah lalu lintas logistik di pelabuhan.” Tuturnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Kalbar di wakili Sekda Kalbar, Ketum DPP ALFI, Asisten III Setda Kalbar, GM Pelindo, KSOP, Anggota DPRD Kalbar Budhi Basardi, Ketua DPW ALFI/ILFA Kalbar, pengurus dan anggota ALFI Kalbar dan sejumlah undangan lainnya.

Di katakan lebih lanjut bahwa misalnya Jeruk Pontianak dan Apel Malang yang lebih mahal dengan jeruk mandarin dan apel shanghai.

Sekda Kalbar saat membacakan sambutan Gubernur Kalbar menerangkan bahwa Kalbar kedepan membangun Bandara Baru di Ketapang, pembangunan jembatan sambas, pembangunan pelabuhan Tanjungpura di Kijing Mempawah, ini akan menjadi peluang peningkatan sektor usaha logistik di Kalbar.

Ditempat yang sama Ketua Umum DPP ALFI/ILFA Yukki Nugrahawan Hanafi kepada media kalbar menerangkan apresiasi kehadiran Dewan Pertimbangan Presiden yang mana Muhamad Mardiono paham betul apa yang terjadi di lapangan.

” bagaimana kondisi logistik mata rantai pasok yang berbasis komoditi unggulan  daerah Kalbar, bagaimana komoditi tersebut agar mempunyai nilai tambah untuk kebutuhan tingkat provinsi maupun untuk ekspor, jadi mempunyai nilai tambah tinggi.” Kata Yukki.

Seminar ALFI/ILFA Kalbar menghadirkan nara sumber yaitu Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Kesejahteraan Rakyat H. M. Mardiono, Ketua Umum DPP ALFI/ILFA Yukki Nugrahawan Hanafi, GM PT. Pelindo Pontianak Adi Sugiri, Kepala KSOP Pontianak. (Amad)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed