oleh

Wagub Minta MABM Mempawah Gali Kembali Kaidah Adat Istiadat

Mempawah, Media Kalbar

Wakil Gubernur Kalbar H Ria Norsan mengatakan, kebudayaan adalah pembentuk karakter, menciptakan ketahan Nasional guna memperkokoh nilai kebangsaan selaku bangsa yang kaya akan keberagaman, dalam konteks sebagai pembinaan karakter melalui Budaya Bangsa.

Hal ini sejalan dengan kebijakan yang
diatur dalam misi kebudayaan Pelestarian, Pengembangan, Pembinaan, dan Pemanfaatan Kebudayaan.

Untuk mengimplementasikannya perlu
dilakukan transformasi misi kebudayaan
tersebut ke dalam sebuah event.

“Pelantikan ini kita bisa menjalin kerjasama dengan semua pihak untuk menggali kembali kaidah-kaidah adat istiadat yang meliputi berbagai hal yang berkenan dengan adat dalam kehidupan bermasyarakat,” kata H Ria Norsan, Sabtu (14/3), saat Menghadiri Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Majelis Adat Budaya Melayu Kabupaten Mempawah periode masa bakti 2020-2025 di Rumah Adat Meayu Kabupaten Mempawah.

Majelis Adat Budaya Melayu di Kabupaten Mempawah dapat menambahkan kembali adat-adat yang telah memudar serta menimbulkan kembali sehingga adat istiadat masih tetap bersemi di Kabupaten Mempawah.

Tidak kalah penting juga segenap masyarakat serta jajaran pemerintah harus membantu upaya penguatan adat istiadat tetap kokoh bukan sekedar khayalan belaka.

“Tanamkan sejak dini pengetahuan masyarakat Melayu sebagai generasi penerus yang sejati diri kemelayuan dan bermanfaat dalam mengangkat tuah
marwahharkat dan martabat melayu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ingatnya.

Dikatakannya, di Kabupaten Mempawah ini juga terkenal dengan suatu acara yang telah rutin tiap tahun dilaksanakan oleh masyarakat Kabupaten Mempawah seperti acara Robo-Robo, dan Saur-Saur yang merupakan adat istiadat masyarakat Kabupaten Mempawah khususnya suku Melayu yang merupakan aset budaya daerah yang patut kita dukung sepenuhnya dan berkerjasama dengan suku-suku dan adat istiadat lainnya demi pelestarian budaya yang ada di Kabupaten Mempawah.

Dengan terbentuknya Dewan Pengurus
Daerah Majelis Adat Budaya Melayu Kabupaten Mempawah dan telah adanya Rumah Budaya Melayu, maka Masyarakat Kabupaten Mempawah bisa
melestarikan dan mengembangkan adat istiadat dan budaya melayu, meskipun budaya masyarakat dari suku-suku lainnya juga dapat ditampung demi melestarikan budaya daerah Kabupaten Mempawah khususnya dan Budaya Kalbar pada umumnya,” ingatnya.

Disamping itu, juga banyak fenomena kenakalan remaja saat ini yang jauh telah meninggalkan adat istiadat sehingga terjadinya hal-hal yang tidak kita
inginkan dalam kehidupan masyarakat.

Olehbkarena itu, kita perlu membina akhlak dan tingkah laku para remaja agar tidak terjerumus lebih jauh lagi kedalam hal-hal yang sifatnya merugikan masyarakat.

“Pelestarian khasanaah adat istiadat yang ada dalam masyarakat di desa-desa supaya dikaji, ditela’ah serta diteliti sehingga adat istiadat tersebut dapat dipertahankan dan diberdayakan,” jelasnya.

Mantan Bupati Mempawah juga berharap, kehidupan masyarakat Melayu di Kabupaten ini selalu diwujudkan melalui sikap dan prilaku yang dilandasi nilai-nilai spritual religius, berpegang teguh pada adat tradisional, jujur, dan selalu memelihara perdamaian, ke amanan dan yang
terpenting melestarikan, mengembangkan, membina serta memanfaatkan kebudayaan sebagai modal dasar pembangunan sumber daya manusia.

Dijelaskannya, sejak Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Majelis Adat Budaya Melayu Kabupaten Mempawah, ini merupakan budaya organisasi yang memiliki agenda baik waktu, tanggal, dan tempat pelaksanaan yang sudah ditetapkan.

“Ini merupakan wahana untuk memberikan apresiasi dan sekaligus sebagai wadah dalam pelestarian seni budaya, khususnya seni budaya masyarakat Melayu menuju masyarakat yang andal, makmur
dan diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” harapnya.

Hakikat terbentuk Dewan Pengurus Daerah Majelis Budaya Melayu Kabupaten Mempawah merupakan acara yang bisa mengembangkan dan melestarikan adat istiadat budaya Melayu ini, maka budaya melayu merupakan suatu tempat yang ada di Kabupaten Mempawah yang mampu melaksanakan dan menjunjung Pataka Majelis Adat Budaya Melayu. (Lay).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed