oleh

Desa Pelanjau Jaya Kecewa Kebun Sawit dan Limbah PT.CMI Disinyalir Cemari Lingkungan

Ketapang, Media Kalba’

 Desa Pelanjau Jaya Kecamatan Marau Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar) PT CMI (CITA MINERAL INVESTINDO Tbk), di ungkapkannya Selasa 17/03/20Pj. Kades Pelanjau Jaya ‘’Alius’’ saat di lansir jumpa pres di kantor Desanya,” Saya akan menuntut limbah jalan/limbah akibat akses jalan, sungai di buat jalan oleh PT.CMI, jadi di hulu sungai banjir banyak tanam tumbuhan masyarakat yang tergenang banjir berakhir tanam tumbuhan masyarakat Mati, sedangkan di hilir sungai Pencemaran dampak limbah dari abrasi kerusan dari jalan yang di bangun oleh PT.CMI, limbahnya mengalir kehilir sungai, kemarin ada perjanjian dengancara lisan bukan tertulis, terus terang kami totok 100 juta 1 getek tapi karena kemarin diabaikan cuma berani memberi

kompensasi 12,5 juta/hektar, nah karena kemarin sudah dikerjakan seharusnya kan itu tidak layak karena tatak jalan inikan efeknya banyak kalau yang keatas sungai ok kita dapat memaklumi, itu pun kerugian akan berdampak, kalau jalan itu tertutup akan menyebabkan banjir tu, yang mengakibatkan tanaman-tanaman di tepi sepanjang aliran sungai tersebut mati akibat teredam dan rembesan air ke hilir itu banyak tanamannya juga termasuk pencemaran juga, sedangkan air itukan digunakan masyarakat sehari-hari untuk keperluan mandi cuci kakus termasuk dikonsumsi serta hewan di dalam itu mengkonsumsi air sungai yang tercemar tersebut.” Tutur Alius Kepada Media Kalbar

 

Lanjut di katakannya, bahwa Kalau ada acara Gawe Adat PT CMI pernah membantu, namun di saat warga saya yaitu Pak Dabar mengajukan proposal untuk pengupasan lahan pertanian memakai alat ke PT.CMI tidak di respon, sedangkan kita di larang membakar lahan, ya membuat kesal dan kecewa terutama di saat kita minta bantuan kepada pihak perusahaan pertambangan tidak di respon dan PT CMI tidak Merekrutmen (Lowongan Kerja) masyarakat Domosili Desa setempat, yang banyak dan yang bekerja warga masyarakat luar bukan mengutamakan masyarakat setempat, ini akan menjadi sebuah kesenjangan yang berdampak patal, seharusnya di mana Perusahaan berdiri yang diutamakan adalah masyarakat setempat, “kalau PT CMI tidak mengutamakan warga setempat dan malah mengutamakan warga luar, yang saya tegaskan Sungai dan Danau yang sudah tercemar Limbah PT CMI tolong dinormalisasikan dan di ganti Rugi terutama lingkungan masyarakat yang telah rusak, terkait alam sumber kehidupan masyarakat yang telah di rusak perusahaan tambang bauksit PT CMI tersebut.” Tegas Alius

 

Terpisah selain perusahaan pertambangan ada juga perusahaan yang bergerak diperkebunan kelapa sawit PT. Mina Mas, PT. BaL dan PT. Artu perihal HGU sudah dua kali kita bermediasi, lahan kami dan Hutan Tanah Adat Ulayat di ambil oleh perusahaan tersebut, di caplok kedalam HGU miliknya dengan Luas ± 6000 Ha, saya minta kembalikan kawasan hak masyarakat tersebut dan di keluarkan dari dalam HGU yang samar-samar, yang membuat saya kecewa masa HGU hanya 30 Meter jaraknya dari dapur rumah masyarakat setempat, lengkap disini HGU di atas tanah masyarakat dan limbah PT CMI telah cemari lingkungan kehidupan masyarakat, bersama ini kami minta keadilan,” tuturnya Pj. Kades Alius..* (Nia_Al-Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed