oleh

Ramin Bantang Sebagai Simbol Kedaulatan Masyarakat Adat Di Kabupaten Bengkayang

Bengkayang, Media Kalbar

Keberadaan pembangunan rumah adat ramin bantang mendapat apresiasi dari kalangan masyarakat adat, ketua adat desa lamolda kecamatan lumar kabupaten bengkayang Ayun,

“sunguh suatu hal yang belem ada dalam benak pikiran saya ternyata bangsa dayak rumpun bakati sekarang memiliki bangunan fisik berupa rumah adat yang diberi nama Ramin bantang, nama yang sangat sakral sebagai ketua adat 2 periode sejak tahun 2005 sampai tahun 2020 saya merasa sangat bangga sebagai suku dayak yang memiliki rumah adat yang amat megah terletak di pusat kota kabupaten bengkayang, saya sebagai pelaksana peradilan hukum adat di wilayah kebenuaan lumar desa lamolda menyampaikan terimakasih kepada pemda bengkayang melalui ketua dewan adat dayak bengkayang berinisiatip membangun rumah adat ramin bantang, inilah bukti nyata bapak kajot telah terbukti peduli dengan adat dan budaya dayak di bengkayang,
Sebagai ketua DAD yang juga sebagai calon bupati bengkayang Ayun berkeyakinan jika kehendak rakyat pak kajot sukses menjadi pemimpin ia pasti mampu merealisasikan dan membangun rumah adat etnis-etnis lain yang ada dibengkayang, karna pemikiran beliau pembangunan rumah adat suatu etnis adalah merupakan kedaulatan masyarakat adat disuatu daerah,
beliau kajot adalah orang yang komitmen loyal tidak sombong dengan kami sebagai masyarakat akar rumput apa yang di ucapkanya sesuai dengan kenyataan bukti nyata adalah ramin bantang, saya ingat saat beliau calon ketua DAD pada tahun 2017 lalu janji beliau jika menjadi ketua DAD saya akan bangun rumah adat dayak kata nya nah ini sudah terbukti, selama 20 tahun bengkayang menjadi kabupaten baru kali ini tahun 2020 bengkayang punya rumah adat ramin bantnag tentu ini akan menjadi sejarah yang akan di kenang sepanjang jaman oleh generasi muda anak cucu, saya berharap dengan adanya bangunan ramin bantang ini kiranya dapat menjadi tempat perkumpulan anak-anak muda pecinta seni budaya dayak, tempat peradilan adat dayak di tingkat kabupaten, dan sebagai pusat kegiatan vestival budaya dayak,
Ramin bantang menurut pungsinya Ayun menjelaskan, ‘’ramin bantang adalah rumah adat rumah tempat huni bagi warga suku dayak kususnya rumpun dayak bakati kampong bare binua lumar yang berbentuk memanjang dan pangung/betingkat dua yang dihuni puluhan kepala keluarga yang berdinding anyaman bambu berlantai batang anau/palo beratap daun sagu, sedangkan rumah adat yang bernama bantanan adalah rumah adat yang kusus tempat ritual adat tempat musyawarah adat dan sidang perkara hukum adat termasuk tempat ritual adat untuk membuka ladang yang baru, berladang bagi suku dayak bakati kampong baremada adalah aktipitas ekonomi yang sangat sakral.

Sumber : DAD/PDKB Bengkayang
Editor : Rinto Andreas
Publisher : Red

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed