oleh

Lutfi Holi Di Sanksi Hukum Adat Makarana Penghinaan Terhadap Suku Dayak, Semua Pihak Berharap Ini Yang Terakhir

Foto: Berfoto bersama usai Sidang Adat. (Amad)

Pontianak, Media Kalbar

Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dengan di fasilitasi Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalbar menggelar Sidang Peradilan Adat Dayak terhadap Lutfi Holi (LH) yang membuat video yang tidak elok dan cendrung menhina dan menjelekkan suku dan masyarakat Dayak khususnya di masyrakat Dayak Kalbar.

Sidang Peradilan Adat tersebut berlangsung di Rumah Betang Pontianak hari ini Sabtu 13 Juni 2020 dari pagi hingga siang. Dengan menghasilkan bahwa Lutfi Holi bersalah dan dikenakan sanksi Adat.

“Menjatuhkan sanksi hukum adat makarana penghinaan terhadap kaum suku Dayak kepada saudara Lutfi Holi.” Kata Sekjen MADN Yacobus Kumis ketika membacakan Surat Keputusan Sidang Peradilan Adat Dayak.

Sidang Adat Dayak ini di Hadiri Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan, Kapolda Kalbar yang di wakili Kapolresta Pontianak, Pangdam XII/Tpr yang di wakili Dandim, Presiden MADN di wakili Sekjend, Ketua DAD Kalbar Ir. Jakius Sinyor, Ketua DAD se Kalimantan, Ketua IKBM Kalbar H. Sukiryanto, Anggota DPR RI dapil Kalbar Katerine Angeline Oendon, Ketua Komisi I DPRD Kalbar Angelina Fremalco, DAD Kabupaten dan Kota Se Kalbar, Ormas-ormas Dayak se Kalbar serta para undangan lainnya.

Sidang dilakukan di pimpin oleh Tumenggung DAD Kabupaten Landak P. Saidina dengan protokol kesehatan, sedianya Lutfi Holi di hadirkan langsung berhubung dengan kondisi pandemi Covid-19 dan Jawa Timur Khususnya Surabaya status zona hitam, maka Lutfi Holi dilakukan secara virtual dengan di fasilitasi oleh Polda Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut Lutfi Holi meminta maaf kepada semua masyarakat serta suku Dayak yang ada di Kalbar, Kalimantan dan yang ada di Seluruh Indonesia.

Wakil Gubernur Kalbar H. Ria Norsan ketika memberikan arahan menyampaikan bahwa sebagai warga negara Indonesia dilahirkan dalam keadaan berbeda-beda untuk itu harus saling menghargai menghormati satu sama lainnya, “dengan saling menghormati maka kita tentram aman damai di Kalbar ini.” Katanya.

Hal senada juga diungkapkan Yakobus Kumis Sekjen MADN bahwa kita harus hargai perbedaan, hati-hati mengolah kata, kalimat jangan sampai menghina atau melecehkan suku, agama dan adat budaya.

Di tempat yang sama Ketua Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) H. Sukiryanto menyampaikan permohonan maaf, karena lutfi holi bukan orang Kalbar namun dia orang madura maka pihaknya mohon maaf, “kita juga bersama Pak Jakius Ketua DAD yang melaporkan masalah ini ke Polda. Sehingga kita juga sebagai saksi” Ungkap Sukiryanto yang juga anggota DPD RI ini.

Menurutnya semua yang tergabung dalam paguyuban Merah Putih kita sama-sama menjaga. “Ketika ada oknum yang menghina mari kita hukum bersama oknum tersebut untuk kedamaian di Kalbar ini.” Ucap Sukir.

Ketua DAD Kalbar Ir. Jakius Sinyor  dalam sambutannya menerangkan bahwa semenjak menjadi Dewan Adat Dayak Kalbar sudah 2 kali melakukan sidang adat seperti ini yang pertama kepada almarhum Sutopo  dan yang kedua ini kepada Saudara Lutfi Holi, “kita berharap jangan sampai ada yang ke tiga.” Kata Jakius.

Jakius juga menerangkan bahwa sanksi adat jangan lihat nominalnya, “jangan dilihat nominalnya berapa tapi kalau tidak diatasi segala hal bisa terjadi., proses hukum tetap berjalan di Polda Jatim dan Lutfi Holi jadi tersangka dengan keterangan 3 saksi ahli.”

Sidang Peradilan Adat Dayak diakhiri dengan penyerahan kepada masing-masing pihak terkait dan di tutup dengan do’a agar Kalbar tetap aman damai serta bebas dari virus corona. (Amad)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed