oleh

Haul Bung Karno, DPD PDI Perjuangan Kalbar Gelar Doa Bersama Dan Apel Siaga Menyikapi Insiden Pembakaran Bendera Partai

Foto: Kegiatan Apel Siaga PDI Perjuangan Kalbar

Kubu Raya, Media Kalbar

Dewan Pimpinan Daerah (DPD ) PDI Perjuangan Kalimantan Barat resmi menutup peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2020 dengan menggelar doa bersama  untuk mengenang 50 Tahun Wafatnya Bung Karno di Halaman Karntor DPD PDI Perjungan Kalbar, Jumat (26/6)

Angeline Fremalco sebagai Ketua Panitia Bulan Bung Karno mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan puncak peringatan bulan Bung Karno, “namun karena ada situasi yang sedikit berbeda  akibat kejadian pembakaran Bendera  PDI Perjuangan beberapa hari lalu, sehingga ada intruksi  dari Ketua Umum , untuk menindaklanjuti intruksi tersebut kami melakukan apel siaga guna mengumpulkan kader dan simpatisan guna menyampaikan kita menempuh jalur hukum.” Kata Angeline.

Di Tempat yang sama, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalbar dr, Karolin Margret Natasa menyesalkan aksi pembakaran bendera PDI Perjuangan pada saat aksi unjuk Rasa menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan Gedung DPR RI beberapa hari lalu dan meminta segenap kader dan simpatisan untuk tidak bereaksi berlebihan atas tindakan tidak terpuji tersebut.

“PDI Perjuangan memandang bahwa keributan yang ditimbulkan pada saat insiden kemarin di luar dari cita-cita Pancasila, jika ada perbedaan pendapat, PDI Perjuangan sangat terbuka untuk melakukan dialog, silakan di sampaikan kepada wakil-wakil rakyat di DPR, bagian mana yang tidak di setujui, mauanya seperti apa.”kata Karolin usai memimpin apel siaga.

Hal senada juga diungkapkan oleh Bendahara PDI Perjuangan Kalbar Sujiwo yang menyayangkan terjadinya insiden pembakaran bendera PDI Perjuangan, sebab itu sama halnya merendahkan marwah partai. Bagi PDI Perjuangan menurut Sujiwo, Pancasila sudah final sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia.(**/amad)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed