oleh

Timanggung Adat Dayak Kalbar Kecam Penyalahgunaan Hukum Adat Oleh Oknum Biro Adat

 Pontianak, Media Kalbar

Timanggung adat Dayak Kalbar Sanusi Ringgo menanggapi penyampaian masyarakat adat kepada dirinya melalui telepon, di hubungi pada saat berada di Bengkel siang hari pada tanggal 17 juli lalu, penyampaiannya, bahwa pengaduan lisan lewat telpon.

Sanusi Ringo menyampaikan terkait praktek menyimpang kepala Biro Adat yang langsung melakukan eksekusi putusan adat, itu sudah menyimpang, bahkan sampai bertindak sebagai juru segel dan juru sita, itu tak pantas, bahkan ada dugaan menjadi Dept colektor , “itu benar benar keterlaluan.” Tegasnya.

“Dalam menanggapi pengaduan lisan melalui telpon, dan banyak isu beredar, kami seluruh Timanggong se-Kalimantan Barat mengecam tindakan tersebut, kepada yang namanya Yosefh janteng. Dia yang selama ini menjabat sebagai Kepala Biro Adat di Forum Ketimanggongan Propinsi Kalimantan Barat, sejak hari ini kami nyatakan di nonaktifkan,”kata sanusi Ringo.

Bersemangat, bagi yang merasa di rugikan kalau ada bukti, segera lapor ke kami secara resmi. Praktek menyimpangyang dilakukan olehnya itu tanggungjawab pribadi yang bersangkutan, bukan tanggungjawab organisasi.

“Kita mengecam keras praktek preman adat kata sesepuh adat Dayak Kalbar ini mempertegas, ditanya siapa yang mengadu, itu kita rahasiakan, kalau masih melakukan praktek serupa, kami akan membuat pengaduan di polisi, agar yang bersangkutan di tangkap,”katanya mengahiri telpon.

Apalagi saat ini situasi pandemi Covid-19, apa tidak mempunyai perhatian.( tim/mk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed