oleh

Pihak Keluarga Akan Pasang Adat, Jika Oknum Anggota DPRD Kota Pontianak Tidak Selesaikan

Pontianak, Media Kalbar

Kasus pelanggaran adat suku dayak Suruk yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD kota Pontianak M.Yuli Armansyah alias Maman belum juga selesai permasalahannya.

Pada saat mediasi bersama Badan Kehormatan Dewan di Kantor DPRD Kota Beberapa waktu lalu, M. Yuli Armansyah sempat menawarkan satu unit rumah plus uang tunai sebanyak 20 juta untuk pembayaran adatnya. Namun pihak keluarga berkeberatan dan terpaksa menolaknya dengan alasan pembayaran adat selama ini dilakukan dengan menggunakan emas ataupun diganti dengan uang tunai, belum pernah terjadi pembayaran adat dengan menggunakan rumah,”Kata Orang tua Yolanda, Y.Aloysius Rewa menyampaikan kepada awak media,pada (2/8/20).

“Pihaknya menolak pembayaran adat dengan menggunakan rumah, karena tidak sesuai dengan aturan pembayaran adat dari suku dayak Suruk, yakni dengan menggunakan gong, emas atapun uang tunai,”ujar Y. Aloysius Rewa.

Saat ini kasusnya masih ditangani oleh Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi dan DAD Kota Pontianak dan kita masih menunggu hasilnya. Karena hukum adat itu harus selesai, sampai kapanpun hukum adatnya harus dibayar.

“Dan Kalau memang tidak ada juga itikad baik dari M. Yuli Armansyah untuk menyelesaikan pembayaran adatnya, terpaksa kita harus mendatangi rumah kediaman M.Yuli Armasyah beramai-ramai. Kita pasang adat dan bendera adat suku dayak suruk dirumahnya,”ucap Y.Aloysius Rewa.(Tim /Is/amad).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed