oleh

Peradilan Adat Pencabutan Benda Pusaka Di Rumah Radakng, Pelaku Minta Maaf Ternyata Bukan Asli

Pontianak, Media Kalbar

Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalbar melalui DAD Kota Pontianak kembali melaksanakan Proses Hukum Adat dalam bentuk Peradilan Adat terhadap pelaku pencabutan benda-benda Pusaka yang ada di Rumah Radakng Pontianak, Dimana hal tersebut membuat kalangan semua elemen masyarakat Dayak resah dan membuat ribut. Sehingga perlu dilaksanakan penegakan hukum adat kepada pelaku.

Disampaikan Oleh Ketua DAD Kota Pontianak, Sekundus bahwa Pertama tujuan kita melakukan adat antara lain adalah,¬†¬†untuk menyelesaikan persoalan dimana di dalam perkara tersebut menyebutkan benda pusaka orang dayak yaitu mandau, “setelah di teliti oleh para sipritual yang tergabung dari berbagai sipritual dan di tambah lagi pendapat seorang ilmuwan seni dan budaya Kalbar, maka ini semua akan menjadi terang untuk sama-sama dipahami, sehingga kami sebagai Dewan Adat Dayak Kota Pontianak, yang diberikan pelimpahan wewenang untuk mengurusi perkara tersebut melakukan koordinasi dengan berbagai pihak yang dalam hal ini OKP sebagaimana disebutkan pada awal pengantar dari Biro Adat di DAD kota Pontianak yaitu Saudara Mathius,. Kemudian Hukum Adat Yang di kenakan Kepada kelompok kujang 99 ini, juga sudah di jelaskan pada acara pengadatan oleh 2 Timanggong yaitu pak. Antonius dan pak lohon yang mewakili 5 ketimanggongan yang ada di wilayah kota pontianak yaitu saudara Antonius dari Timanggong pontianak Tenggara dan pak lohon dari Timanggong pontianak Selatan. Keduanya secara rinci menjelaskan apa pelanggaran yang dilakukan oleh saudara kita ini.” Jelas Sekundus Ketua DAD Kota Pontianak kepada wartawan salah satunya dari Media Kalbar di lokasi Peradilan Adat Rumah Radakng Pontianak, Sabtu (22/8).

Bentuk pelanggaran tersebut sudah di tebus dengan peraga. “Adat ini di artikan dalam Doa yang di bawakan oleh seorang yang di sebut “penyangahan”. Yaitu saudara Oneng dengan bahasa Dayak Tempo dulu, (are-are). Saat itu kita menggunakan Adat Khanayan. Inti dari apa yang di Sangah itu antara lain. Mendamaikan, mendinginkan dan agar apa yang sudah dilakukan itu tidak akan terjadi lagi dan yang bersangkutan pun sudah memintaa maaf kepada seluruh orang Dayak yang ada di Kalbar khususnya dan kalimantan umumnya.” Tuturnya.

Menurut Sekundus, Ini di ungkapkan oleh perwakilan kujang 99 saat diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan. yaitu Saudara Sy. Otong dari perkumpulan Cerebon. Kareba ini sudah di laksanakan pengadatan harapan kami terutama ketua Umum DAD Prov. Kalbar Yaitu Pak Ir. Jakius Sinyor dan ketua DAD Kota pontianak yaitu Sekundus, S.Sos, MM perkara ini selesai dan tidak ada lagi kejadian-kejadian yang sama atau terulang seperti sekarang, untuk itu untuk mewujudkan Negara Kesatuan NKRI ini ayo kita bergandengan tangan membangun Negeri ini dengan Meningkatkan Koordinasi dalam segala perkara. Adil ka talino basuramin ka saruga basanget ka Jubata.”

Sekundus kembali menegaskan bahwa itu bukan benda-benda pusaka Mandau masyarakat Dayak.

Ditempat yang sama Ketua DAD Provinsi Kalbar Jakius Sinyor menyampaikan bahwa peradilan adat ini pihaknya sudah serahkan ke DAD Kota Pontianak karena kejadian di Pontianak.

“Harapan kita kedepan harus semua berprinsip adat dimana bumi di pijak di situ langit di junjung, jadi kalau datang kesini, jangan semena-mena, bahwa kita melarang tidak, paling tidak permisi. Kalau ini tempatnya orang dayak mesti permisi, kalau tidak permisi kita bisa marah apalagi barangnya hilang.” Jelas Jakius.

Jakius juga menyampaikan bahwa pelaku sudah minta maaf, “kita maafkan, jadi kedepan tidak ada lagi, ini harapan kita.”ujar Jakius.

Budayawan Masyarakat Dayak menyatakan bahwa benda-benda itu bukan pusaka. ” dia kembalikan, Sudah kita teliti, itu bukan pusaka, secara liat itu memang besi tua tapi bukan pusaka masyarakat Dayak, kalau kita lihat kemungkinan dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah atau dari mindanao selatan.”. (Amad).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed