oleh

SMPN10 Sungai Kakap Gunakan Sistem Daring dan Luring

Kubu Raya, Media Kalbar

meski dalam pandemi Corona Virus disease 2019 (Covid-19),sistem pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 kecamatan
Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya(KKR) terus berjalan. Buktinya, Sistem belajar siswa kelas tujuh sampai kelas sembilan tetap dilaksanakan dengan menggunakan dua sistem yaitu,  Daring(Dalam Jaringan)dan Luring (Luar Jaringan).Daring adalah sistem evaluasi belajar secara online.Sedangkan Luring adalah,sistem evaluasi luar Jaringan atau secara offline.

Meskipun jumlah murid dari kelas tujuh sampai kelas sembilan hanya 192 siswa-siswi, jumlah guru 14;orang tapi tidak pernah surut dalam proses belajar mengajar.

”Luring atau luar jaringan,berlaku pada peserta didik yang berada di luar yang jaringan internetnya sulit dan mereka yang di dalam desa tapi tidak memiliki akses android,dan kami bersyukur di desa tidak mengalami masalah jaringan internet.Belajar di rumah (BDR) tetap diterapkan,

Para guru akan melakukan kunjungan ke rumah peserta didik dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (Covid-19),”ujar

Adnansyah Kepsek SMP Negeri 10.Kecamatan Sungai Kakap kepada wartawan,di ruangannya Senin(21/9).

Lanjut dikatakan Adnannsyah. siswa-siswi SMP negeri 10 memang jumlahnya hanya 192 Siswa,akan tetapi selalu menunjukkan hal-hal yang baik,dalam arti kesemangatan dalam belajar dan meraih prestasi.”Terangnya

Masih kata Adnansyah kepala Sekolah SMP.Negeri 10 Kec.Sungai Kakap bagi Siswa yang tidak ngumpulkan kita biarkan kita datangi untuk mengetahui situasi kondisi siswa itu sebisa mungkin kita bantu.”Katanya.

Sedangkan untuk jumlah Siswa 192.setiap rombel
ada 32 terdiri dari 6 Rombel kelas satu dua kelas,Kelas Tujuh Dua belas kelas Delapan Dua Belas,
Kelas Sembilan Dua belas sedangkan Untuk Ruang Kelas Sudah cukup.Ruang lep ada cuman di gunakan untuk ruang Guru.perpustakaan ada ruang Musholah ada.”Terang dia.

“Yang tidak ada ruang Guru dan ruang Kepala sekolah yang belum ada sedangkan untuk tenaga guru ada 14 untuk guru cukup yang belum SBK dengan PJOK.katanya.

”Untuk itu kita patuhi akan peraturan pemerintah agar Corona virus disease(Covid-19) ini,cepat berakhir dan akan menjadi normal kembali, supaya kita bisa mengajar dan belajar bersama seperti yang lalu,” pungkas Adnansyah.
(Tim/Mk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed