oleh

Penyidik Kejari Ketapang “Tak Berkutik” Kasus Dana Desa Bantan Sari, LSM Gasak Nilai Kuat Dugaan Banyak Intervensi

Ketapang, Media Kalbar

Kasus dugaan Korupsi Dana Desa Bantan Sari Kabupaten Ketapang masih jalan di tempat dan terkesan sengaja di biarkan karena diduga adanya intervensi dari banyak pihak. Apa istimewanya kasus ini.

“Ada apa sebenarnya terhadap Kasus Penyelewengan Dana Desa Bantan Sari Kabupaten Ketapang TA.2016-2017 yang bersumber dari APBN ?” ujar Sekjen GASAK (Gerakan Anti Suap Anti Korupsi) Drs.Hikmat Siregar kepada media ini kalbar.

Disampaikan Hikmat Siregar, Sudah hampir dua tahun penanganannya tak muncul-muncul tersangkanya, dua alat bukti dan kerugian negaranya sudah jelas-jelas ada, bahkan barang bukti sudah disegel ( Kejari Line ). “LSM GASAK menduga banyak pihak yang intervensi agar kasus ini ditutup-tutupi.” Tandasnya.

Pertanyaannya, lanjut Hikmat, apakah pihak-pihak yang intervensi ini mendapat aliran dana desa tersebut? Tidak mungkin dong intervensi kalau tidak ada kepentingan. Kasus Korupsi ini tidak mungkin main tunggal biasanya bersekongkol atau koorporasi, seperti halnya Penyelewengan Dana Desa 2016-2017 Bantan Sari ini, Mantan Kades “L” selaku Pengguna Anggaran dan Alex Sumarto PT.RIE(Raja Intan Elektronik) kedua-duanya harus bertanggungjawab atas Pidana Perbuatan Melawan Hukum merugikan Keuangan Negara. Untuk itulah Sekjen GASAK di Kejagung RI Jakarta akan mempertanyakan perjalanan kasus ini serta menelusuri siapa saja pihak-pihak yang intervensi sehingga membuat Penyidik Kejari Ketapang “Tak Berkutik”.
“Mari kita tingkatkan Supremasi Hukum Tindak Pidana Korupsi karena uang ini adalah uang rakyat”. demikian Sekjen GASAK Drs.Hikmat Siregar kepada media kalbar lewat WA dari Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta-jakarta, Selasa (1/12).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed