by

KPK Main Petak Umpet dengan Gus Yaqut

Waduh, udah dipuji-puji setinggi langit, eh malah bikin kecewa. Untuk menjebloskan Gus Yaqut, penuh drama, dan KPK bisa. Tepuk tangan pun menggema. Ternyata, diam-diam lembaga antisogok ini malah main petak umpet pula. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Negara lagi sibuk-sibuknya Lebaran dengan takbiran merdu, silaturahmi, opor ayam, dan ketupat, eh.. KPK, benteng terakhir melawan korupsi, malah main petak umpet dengan mantan Menteri Agama, Gus Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut. Awal dijebloskan ke rutan KPK dengan rompi oranye kecepatan kilat, 12 Maret 2026. Semua orang mikir, “Wah, akhirnya KPK tegas nih, Lebaran di balik jeruji, biar mikir dosa sambil ngiler liat menu rutan.”

Tapi eh, plot twist level dewa! Malam takbiran, pas orang lain pada takbir keliling, Gus Yaqut diam-diam dipindah jadi tahanan rumah. Bukan karena sakit parah, bukan karena umur renta, tapi “atas permohonan keluarga” yang dikabulkan penyidik dengan super kilat. Hasilnya? Saat tahanan lain, termasuk Gus Alex yang perannya katanya lebih “sentral” sebagai jembatan uang, masih salat Id berjamaah di rutan KPK sambil pakai baju tahanan dan makan nasi kotak. Gus Yaqut malah bisa Lebaran di rumah sendiri, mungkin lagi santai ngopi sambil liat TV sambil bilang “Alhamdulillah, rumah lebih enak dari di sel.”

Info ini bocor gara-gara istri tahanan lain, Silvia, yang pas besuk suaminya kaget, “Lho, kok Gus Yaqut nggak ada? Malah absen salat Id?” Baru deh KPK buru-buru klarifikasi, “Iya nih, sudah tahanan rumah sejak 19 Maret malam, sesuai KUHAP, sementara kok, diawasi ketat, proses hukum jalan terus.”

Wah, mantap sekali transparansinya, baru ngomong setelah ketahuan! Kalau nggak bocor, mungkin sampai sidang nanti publik baru tahu, “Eh, kok tersangka ini nggak keliatan di rutan ya? Oh iya, lagi house arrest premium.”

Ini bukan cuma soal satu orang dapat privilege Lebaran di rumah sementara yang lain meringkuk di sel dingin. Ini soal KPK yang katanya anti-korupsi tapi malah kasih contoh sempurna, kalau kamu eks pejabat tinggi, tokoh ormas besar, punya keluarga yang pintar ngajuin permohonan, ya silakan upgrade dari rutan ke rumah mewah.

Sementara rakyat kecil korupsi recehan aja langsung dijebloskan tanpa ampun. Nggak ada opsi “tahanan rumah karena Lebaran”. Reputasi KPK? Sudah hancur lebur, macam Kota Tel Aviv dirudal Iran. Dari benteng harapan jadi hotel bintang lima buat tersangka spesial. Publik cuma bisa geleng-geleng kepala.

Korupsi kuota haji rugikan negara ratusan miliar, tapi hukumannya? Lebaran di rumah, mungkin sambil makan opor extra daging. Bravo, KPK, kalian benar-benar bikin rakyat kecewa level maksimal Sampai-sampai orang mikir, lebih baik korupsi aja dari pada jadi tahanan biasa. Selamat Lebaran, semoga tahun depan nggak ada lagi drama “hilang” di rutan ya!

Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed