by

Perundungan di Salatiga Picu Kecaman, Ketua HWCI Sambas Tekankan Perlindungan Anak

Sambas, MEDIA KALBAR – Kasus bullying di Lapangan Bola Batu Bedinding, Kecamatan Salatiga, Minggu, 12 April 2026, memantik kecaman dari Ketua HWCI Kabupaten Sambas, Pratiwi Astuti. Ia menegaskan, perundungan di ruang publik tidak boleh dianggap sepele karena dapat merusak mental korban, mencederai nilai kemanusiaan, dan menunjukkan rapuhnya pengawasan dari lingkungan sekitar, termasuk orang tua dan pihak terkait.

Dalam pernyataannya, Pratiwi Astuti menegaskan bahwa tindakan bullying tidak hanya merugikan korban secara fisik dan mental, tetapi juga merusak nilai-nilai kemanusiaan serta rasa aman di ruang publik.

Ia menilai lokasi seperti lapangan olahraga seharusnya menjadi tempat yang menjunjung tinggi sportivitas, kebersamaan, dan keamanan bagi semua kalangan.

“Kami mengecam keras segala bentuk perundungan yang terjadi. Ini bukan hanya persoalan individu, tetapi juga mencerminkan lemahnya pengawasan dan kepedulian lingkungan sekitar,” ujarnya.

Pratiwi juga melontarkan kritik tegas terhadap kurangnya perhatian dari pihak terkait, baik masyarakat maupun pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap keamanan di lokasi tersebut, terkhususnya kepada orang tua yang lalai dalam mengawasi anaknya.

Menurutnya, pembiaran terhadap tindakan bullying hanya akan memperparah kondisi sosial dan berpotensi menimbulkan kejadian serupa di masa mendatang.

Ia menegaskan bahwa semua pihak harus berhenti saling menyalahkan dan mulai mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Selain itu, Pratiwi Astuti berharap aparat penegak hukum dapat segera mengambil langkah tegas dan adil dalam menangani kasus tersebut. Penindakan yang jelas dinilai penting untuk memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas.

Tidak hanya penegakan hukum, ia juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan, khususnya kepada generasi muda, mengenai dampak buruk bullying dan pentingnya sikap saling menghormati.

“Kami berharap kejadian ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk lebih peduli dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, beradab, serta penuh empati,” tutupnya.(Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed