by

Timbulan Sampah Sambas Capai Hampir 400 Ton per Hari, Perkim LH Akui Tantangan Sarana dan SDM

SAMBAS, MEDIA KALBAR – Volume timbulan sampah harian di Kabupaten Sambas saat ini mencapai 394,65 ton per hari. Namun dari jumlah tersebut, sampah yang mampu tertangani atau terangkut baru sekitar 118,4 ton per hari. Data ini disampaikan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Sambas.

Kepala Dinas Perkim LH Kabupaten Sambas, Daeng Wahyudi Kumbri, menjelaskan bahwa tingginya timbulan sampah dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan pasar, pusat ekonomi, dan destinasi wisata.

“Produksi sampah relatif tinggi berada di Kecamatan Selakau, Pemangkat, Semparuk, Tebas, Sebawi, Jawai, Teluk Keramat, dan Kecamatan Sambas. Ini umumnya kawasan dengan aktivitas ekonomi dan pasar,” ujarnya. Selasa(3/2/2026)

Berdasarkan data pengukuran terbaru, komposisi sampah di Kabupaten Sambas masih didominasi oleh sampah organik sebesar 57,9 persen, disusul sampah plastik 20,6 persen, kertas 12 persen, dan jenis lainnya sekitar 9,3 persen. Kondisi ini menunjukkan potensi besar pengurangan sampah melalui pengolahan berbasis sumber, khususnya untuk sampah organik.

Dalam pengelolaannya, sistem pengangkutan sampah dilakukan setiap hari dengan metode angkut-buang menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Saat ini, Kabupaten Sambas memiliki beberapa TPA aktif, di antaranya TPA Sorat di wilayah Kabupaten Sambas. Namun, TPA tersebut telah mengalami overload.

“Kami juga memiliki TPA lain seperti di Salatiga, Jawai, Teluk Keramat, Galing, hingga Temajuk. Meski demikian, keterbatasan kapasitas dan sarana masih menjadi tantangan utama,” kata Daeng Wahyudi.

Ia mengakui, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah di Sambas meliputi luasnya wilayah pelayanan yang mencakup 19 kecamatan, keterbatasan armada dan kontainer sampah, keterbatasan sumber daya manusia, hingga rendahnya partisipasi masyarakat.

Sebagai upaya jangka menengah, Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Perkim LH telah merencanakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan TPA Sorat. Namun saat ini, rencana tersebut masih berada pada tahap pengajuan dan perencanaan.

“Ke depan, kami berharap ada dukungan semua pihak, termasuk masyarakat, agar pengelolaan sampah bisa lebih optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed