Kubu Raya, Media Kalbar – Seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Kubu Raya mengikuti Upacara Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Kubu Raya, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan yang digelar di Halaman Kantor Camat Sungai Kakap tersebut mengusung tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia.”
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, Wakil Ketua DPRD Kubu Raya Zulkarnain, Ketua TP PKK Kubu Raya Atzebiyatulensi Sujiwo, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kubu Raya Yuniati Sukiryanto, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kubu Raya, unsur Forkopimcam, sembilan camat, serta 123 kepala desa se-Kabupaten Kubu Raya beserta Ketua TP PKK Desa dan elemen masyarakat lainnya.
Dalam keterangannya kepada awak media usai acara, Bupati Kubu Raya menegaskan bahwa peringatan Hari Desa Nasional memiliki makna strategis bagi pembangunan daerah dan nasional.
“Ketika kita membangun desa, sesungguhnya kita sedang membangun Indonesia. Kepala desa adalah garda terdepan dan ujung tombak Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Kinerja kepala desa yang baik akan terakumulasi menjadi kinerja pemerintah daerah,” ujarnya.
Bupati berpesan agar seluruh kepala desa menjalankan tugas sebagai abdi negara dengan penuh integritas, menjauhi perbuatan tercela, serta tidak menyalahgunakan kewenangan.
“Saya akan menjadi benteng yang kokoh bagi kepala desa yang menjalankan tugas dengan benar, ikhlas, dan sesuai mekanisme serta aturan. Namun bagi yang menyalahgunakan kewenangan atau melakukan perbuatan tidak terpuji, saya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas,” tegasnya.
Hal serupa juga ditegaskan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN), di mana Pemkab Kubu Raya berkomitmen menindak tegas pelanggaran hukum, termasuk penyalahgunaan narkoba dan tindak pidana korupsi.
Lebih lanjut ia menyampaikan capaian indikator makro Kabupaten Kubu Raya berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), seperti peningkatan laju pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, serta kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Meski demikian, tantangan masih dihadapi, khususnya pada angka pengangguran terbuka yang mengalami kenaikan tipis.
“Salah satu penyebabnya adalah penutupan pusat perbelanjaan dan perusahaan tertentu. Karena itu, pembangunan jalan poros ekonomi menjadi fokus utama kami agar pertumbuhan ekonomi semakin kuat dan merata,” jelasnya.
Terkait kebijakan pemerintah pusat mengenai pengurangan Transfer ke Daerah (TKD), Bupati mengungkapkan bahwa Kabupaten Kubu Raya menjadi daerah dengan pemangkasan terbesar di Kalimantan Barat, hampir mencapai Rp397 miliar, termasuk pengurangan Dana Desa sekitar Rp50 miliar.
Meski demikian, Bupati memastikan pelayanan publik tidak akan terganggu.
“Saya minta kepala desa untuk mengencangkan ikat pinggang, menginventarisir anggaran, dan memastikan setiap rupiah benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat. Belanja yang bersifat rutinitas dan kurang prioritas agar ditunda,” pesannya.
Di sisi lain dia mengungkapkan adanya dukungan pemerintah pusat melalui berbagai program APBN dengan nilai mencapai lebih dari Rp270 miliar, antara lain pembangunan IGD rumah sakit, peningkatan infrastruktur jalan, turap sungai, serta pengembangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
“Ini bukti bahwa Tuhan Maha Baik dan masih menolong masyarakat Kubu Raya. Saya optimistis, dalam satu periode kepemimpinan, jalan poros ekonomi akan tuntas sehingga pengangguran menurun, kemiskinan berkurang, IPM meningkat, serta kualitas pendidikan dan kesehatan semakin baik,” pungkasnya.(Mk/Ismail)







Comment