Pontianak, Media Kalbar – Sebanyak 19 Business Assistant (BA) dari Kabupaten Sambas mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendamping Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) Tahun 2025. Kegiatan ini digelar bersama BA se-Kalimantan Barat angkatan I dengan total 178 peserta, berlangsung pada 20–24 Oktober 2025 di Harris Hotel Pontianak.
Pelatihan yang mengusung tema “SDM dan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2025” ini bertujuan meningkatkan kemampuan para pendamping agar lebih siap melaksanakan tugas di lapangan. Setiap BA akan mendampingi 9 hingga 10 Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sambas.
Arpandi, S.P., M.H., selaku salah satu BA Kabupaten Sambas dalam kegiatan ini, menjelaskan bahwa saat ini 195 desa di Kabupaten Sambas telah memiliki koperasi berbadan hukum lengkap dengan struktur pengurus dan pengawas. Fokus pendampingan kini diarahkan pada penyempurnaan administrasi, seperti profile dan potensi Koperasi desa, pembuatan rekening bank, NPWP koperasi dan pengurus, serta proposal bisnis dalam microaite dan analisis kelayakan usaha yang menjadi syarat pembiayaan oleh bank Himbara.
“Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan para pendamping mampu memfasilitasi koperasi dalam memperkuat administrasi dan akses permodalan, agar koperasi di desa dapat tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Arpandi.
Lebih lanjut, Arpandi menambahkan bahwa sumber modal koperasi berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela anggota. Selain itu, koperasi juga dapat memperoleh pembiayaan tambahan dari perbankan maupun bentuk penyertaan modal lainnya.
Jenis usaha yang dijalankan koperasi mencakup gerai sembako, usaha agrobisnis, klinik dan apotek desa, hingga berbagai usaha potensial lain sesuai potensi lokal masing-masing desa. Dalam pengembangannya, koperasi juga bermitra dengan BUMN seperti Bulog, Pertamina, perbankan, serta badan usaha lainnya.
Dukungan dan peran semua pihak menjadi kunci suksesnya KDKMP di Kabupaten, Kecamatan dan desa.(rai)








Comment