SAMBAS, MEDIA KALBAR – Pemerintah Kabupaten Sambas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Penyakit Virus Nipah, menyusul laporan kasus terbaru di India pada awal 2026. Hingga kini, belum ditemukan kasus Virus Nipah di Kabupaten Sambas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. H. Ganjar Eko Probowa, menegaskan bahwa imbauan tersebut bersifat pencegahan dini, mengingat Indonesia termasuk wilayah berisiko berdasarkan kedekatan geografis dan mobilitas dengan negara-negara yang pernah mengalami wabah.
“Sampai saat ini tidak ada laporan kasus Virus Nipah di Kabupaten Sambas. Namun kewaspadaan harus ditingkatkan agar tidak terjadi penularan di masyarakat,” ujar Ganjar dalam keterangannya.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik yang berasal dari hewan dan memiliki tingkat kematian tinggi, berkisar 40 hingga 75 persen.
Virus ini diketahui memiliki reservoir alami pada kelelawar buah (Pteropus sp.), yang dapat menularkan virus ke manusia baik secara langsung, melalui hewan perantara seperti babi, maupun melalui konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Secara global, wabah Virus Nipah pernah terjadi di Malaysia, Singapura, Bangladesh, Filipina, dan India. Pada Januari 2026, India kembali melaporkan dua kasus konfirmasi di Negara Bagian West Bengal, seluruhnya merupakan tenaga kesehatan dan telah dilakukan karantina terhadap lebih dari 120 kontak erat .
dr.Ganjar menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sambas telah menginstruksikan fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mendeteksi gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan gangguan saraf yang tidak biasa.
Dinas Kesehatan Sambas juga mengimbau masyarakat untuk melakukan sejumlah langkah pencegahan, di antaranya:
1. Tidak mengonsumsi nira atau air aren langsung dari pohon tanpa dimasak
2. Mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi
3. Membuang buah yang terdapat bekas gigitan kelelawar
4. Mengonsumsi daging ternak yang dimasak hingga matang
5. Menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan, etika batuk, dan memakai masker saat sakit
6. Menghindari kontak dengan hewan ternak yang diduga terinfeksi
“Peran masyarakat sangat penting. Kewaspadaan bersama menjadi kunci agar Sambas tetap aman dari ancaman penyakit menular berbahaya,” kata Ganjar.(Rai)











Comment