by

2026 : Kasus Penyakit Menular di Sambas Meningkat, Dinkes Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

SAMBAS, Media Kalbar – Penyakit menular masih menjadi salah satu persoalan utama kesehatan masyarakat di Kabupaten Sambas. Dinas Kesehatan setempat mencatat adanya peningkatan kasus pada sejumlah penyakit yang erat kaitannya dengan faktor lingkungan, iklim, serta perilaku hidup masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. H. Ganjar Eko Probowa, menyampaikan bahwa perkembangan penyakit menular saat ini perlu mendapat perhatian serius, meski belum masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Beberapa penyakit menular menunjukkan tren peningkatan, terutama yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan perubahan cuaca. Di antaranya Demam Berdarah Dengue (DBD), Hepatitis B, Tuberkulosis, diare, serta ISPA dan pneumonia,” ujarnya.Selasa(27/1/2025)

Menurut Ganjar, kondisi geografis, musim hujan, serta masih rendahnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sebagian masyarakat menjadi faktor pendukung meningkatnya risiko penularan penyakit.

Ia menegaskan, meskipun situasi masih terkendali, kewaspadaan tidak boleh kendor. Apabila tidak diantisipasi sejak dini, penyakit menular berpotensi berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih luas.

“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Pencegahan jauh lebih efektif dan murah dibandingkan pengobatan. Karena itu, koordinasi lintas sektor juga terus kami dorong,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas mengimbau masyarakat untuk menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa langkah sederhana yang dianjurkan antara lain rutin mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, serta berolahraga secara teratur.

Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan air dan makanan yang dikonsumsi dalam kondisi higienis, menjaga kebersihan lingkungan dengan menguras dan menutup tempat penampungan air, membuang sampah pada tempatnya, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Jika masyarakat disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat, maka risiko penyebaran penyakit menular dapat ditekan secara signifikan,” pungkas Ganjar.(Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed