by

80 Ribu Kopdes Merah Putih Resmi Mengudara, Sambas Pede Perekonomian Desa Bakal Melejit!

SAMBAS, Media Kalbar

Semangat Merah Putih kini tidak hanya berkibar di tiang bendera, tapi juga mengakar di desa-desa lewat Koperasi Desa Merah Putih. Kabupaten Sambas pun ikut ambil bagian dalam peluncuran nasional 80 ribu Kopdes yang diinisiasi Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., dengan wajah penuh bangga menyatakan bahwa seluruh Kopdes Merah Putih di Sambas telah resmi berbadan hukum. Ini bukan sekadar simbol administratif, tapi modal awal agar koperasi desa bisa tancap gas menggerakkan ekonomi rakyat.

“Kalau sudah berbadan hukum, koperasi lebih gampang dibantu. Baik bantuan pemerintah maupun akses ke lembaga keuangan. Itu penting supaya desa tidak hanya menonton, tapi ikut berlari di arena ekonomi nasional,” tegas Satono dalam peluncuran yang digelar Senin, 21 Juli 2025.

Tak tanggung-tanggung, 195 koperasi di Sambas sudah siap tempur di sektor unggulan: pertanian, perikanan, hingga UMKM desa. Dengan menggandeng kepala desa sebagai pengawas koperasi, Satono mewanti-wanti agar Kopdes Merah Putih tak cuma jadi ‘pajangan papan nama’.

“Semangatnya jangan kalah sama warna Merah Putih. Koperasi harus jadi lokomotif ekonomi desa, jangan sampai tinggal nama. Kalau perlu, rapat tiap minggu, pantau perkembangan, cari potensi desa yang bisa diolah,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Satono memberikan arahan langsung kepada seluruh kepala desa di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, sembari mengikuti peluncuran Kopdes Merah Putih nasional via Zoom bersama Presiden RI.

Tak lupa, Satono menyampaikan terima kasih kepada Forkopimda, OPD, dan seluruh kepala desa yang disebutnya telah bekerja keras hingga koperasi-koperasi desa di Sambas semuanya resmi berdiri lengkap dengan badan hukum.

“Berkat kesungguhan bapak-ibu semua, hari ini tidak ada satu pun desa di Sambas yang tidak memiliki koperasi. Ini tonggak penting bagi kita di wilayah perbatasan,” ujarnya.

Sebagai catatan penting, Bupati juga meminta agar kantor desa bisa dimanfaatkan untuk markas operasional Kopdes, sekaligus mendorong optimalisasi dana desa untuk memperkuat perputaran modal koperasi.

“Koordinasikan dengan Dinas terkait untuk teknis dan pendampingan lebih lanjut. Jangan sampai koperasi dibentuk, tapi bingung mau jalan ke mana. Kita harus segera konsolidasi!” pungkasnya. (Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed