by

Aksi Demo, Rendahnya Harga Sawit Petani Menjerit, Gubernur Akan Perjuangkan Kenaikan Ke Presiden

Pontianak, Media Kalbar

Ratusan petani Kelapa Sawit melakukan unjuk rasa (Demonstrasi) di Halaman Kantor Gubernur akibat rendahnya harga TBS Petani Sawit, Jumat (15/7)

Aksi unjukrasa tersebut atas Inisiator Aksi, Agus Setiadi, SE Ketua Front Perjuangan Masyarakat Sawit, ditemui langsung Gubernur Kalbar dan menerima perwakilan dari para petani sawit.

Disampaikan Agus Setiadi bahwa Saat ini perekonomian petani sawit di Kalbar dan se Indonesia merana dalam beberapa bulan ini karena harga TBS yang merosot tajam sehingga berdampak terhadap rendahnya daya beli masyarakat, mulai macetnya angsuran kredit, tersendatnya biaya pendidikan anak, dan lain-lain.

“Sangat mengherankan ditengah anjloknya harga TBS, tetapi harga pupuk dan pestisida justru tidak turun. Sementara harga minyak goreng kemasan tetap tinggi. Gerakan protes dalam bentuk aksi juga belum nampak baik di Kalbar maupun Indonesia, seperti ada yang sengaja menahan atau membungkam. Oleh karena itu, Front Perjuangan Masyarakat Sawit menginisiasi Aksi Damai yang merupakan demo pertama seIndonesia paska dibukanya keran ekspor CPO akhir Mei kemaren.” Ungkap Agus

Maka lanjut Agus yang juga Ketua Umum POM ini sikap kita menyuarakan persoalan dan kesulitan rakyat karena ada 60 juta rakyat indonesia yang menggantungkan hidupnya pada komoditi sawit ini.

Usai diterima pernyataan sikapnya dan surat terbuka kepada Presiden dari petani sawit yang ditandatangani langsung Gubernur, Agus setiadi menerangkan bahwa Gubernur Kalbar akan memperjuangkam ke Pusat untuk kenaikan harga TBS.

“Bapak Gubernur akan memperjuangkan ke Pusat ke Presiden terkait dengan persoalan pajak ekspo, harga TBS yang akan diperjuangkan naik.” Kata Agus

Persoalan harga TBS yang ditetapkan pemerintah dengan dilapangan beda jauh disampaikan Agus, pemerintah Provinsi akan turunkan tim pengawas dimana perusahaan-perusahaan nakal dalam membeli TBS petani sawit.

Pemerintah Provinsi Kalbar akam menindak memberikan sanksi kepada perusahaan yang nakal.

Ditegaskan Agus, bahwa jika dalam waktu dekat sampai satu bulan tidak ada kenaikan Harga TBS, maka akan turunkan aksi yang lebih besar secara serentak pada bulan Agustus mendatang. (Amad)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed