Bogor, Media Kalbar
PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), bagian dari ekosistem Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menerima kunjungan kerja Komisi II (Bidang Perekonomian) DPRD Provinsi Banten di Aula Kantor Direksi PT RPN, Kota Bogor, pada Senin (26/1).
Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan institusi riset dalam mendukung pengembangan agribisnis perkebunan nasional yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta peningkatan daya saing sektor perkebunan.
Rombongan Komisi II DPRD Provinsi Banten dipimpin oleh Ketua Komisi II, Drs. KH. Iip Makmur, dan disambut oleh SEVP Riset, Inovasi, dan Sustainability PT RPN, Dr. Tjahjono Herawan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak melakukan koordinasi dan diskusi strategis terkait pengembangan riset inovatif, benih unggul, serta layanan jasa analisis komoditas perkebunan utama, antara lain karet, kelapa sawit, teh, kina, kopi, kakao, dan gula. Agenda ini diarahkan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi agribisnis nasional berbasis riset dan inovasi.
Dr. Tjahjono Herawan menegaskan pentingnya peran masukan dari wakil rakyat dalam memastikan arah riset yang dikembangkan PT RPN tetap relevan dan aplikatif bagi masyarakat.
“Tujuan kami adalah bermanfaat untuk masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, insight dan masukan dari para wakil rakyat sangat kami butuhkan agar arah pengembangan riset PT RPN benar-benar selaras dengan kebutuhan riil masyarakat,” ujar Tjahjono.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten, Drs. KH. Iip Makmur, menyampaikan bahwa kompleksitas permasalahan yang dihadapi masyarakat menuntut peningkatan kapasitas dan pemahaman berbasis data serta riset yang komprehensif.
“Permasalahan di masyarakat saat ini sangat beragam, sementara latar belakang kami juga berbeda-beda. Karena itu, kami merasa perlu melakukan peningkatan kapasitas yang bisa kami peroleh melalui kolaborasi dengan PT Riset Perkebunan Nusantara,” ungkapnya.
Komisi II DPRD Provinsi Banten juga menyoroti keterbatasan informasi masyarakat terkait potensi komoditas perkebunan yang prospektif dan berkelanjutan. Melalui kunjungan ini, DPRD berharap memperoleh rekomendasi berbasis riset mengenai komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai dasar perumusan kebijakan dan program pendampingan.
“Masyarakat masih memiliki keterbatasan informasi. Kami ingin mendapatkan gambaran prospek komoditas perkebunan yang menguntungkan berdasarkan hasil riset, sehingga dapat menjadi dasar kebijakan dan pendampingan ke depan,” tambah Iip Makmur.
Selain pemaparan materi, kunjungan kerja ini diisi dengan diskusi interaktif antara pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Provinsi Banten dengan jajaran manajemen PT RPN. Diskusi berlangsung dinamis dengan membahas berbagai tantangan dan peluang pengembangan sektor perkebunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Sebagai entitas riset di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PT RPN terus mendorong penguatan kolaborasi multipihak guna memastikan hasil riset dapat diimplementasikan dalam kebijakan publik yang berpihak pada petani dan masyarakat luas.
Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama berkelanjutan antara DPRD Provinsi Banten dan PT RPN, khususnya dalam pemanfaatan riset untuk mendorong inovasi, pengembangan komoditas unggulan, serta penguatan sektor perkebunan yang inklusif dan berdaya saing. (Mbis/MK)









Comment