Pontianak, Media Kalbar
Pontianak lagi menunjukkan sisi terbaiknya. Tahun 2026 ini, perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terhadap calon jemaah haji terasa makin “niat” dan menyentuh banyak aspek bukan cuma administratif, tapi juga emosional dan spiritual.
Menurut, calon jamaah haji Dr. Herman Hofi Munawar, langkah yang dilakukan Pemkot ini layak diapresiasi. Lebih dari 1.000 calon jemaah haji asal Kota Pontianak mendapatkan dukungan penuh agar bisa berangkat ke Tanah Suci dengan kondisi terbaik baik fisik maupun mental.
Yang menarik, pelayanan yang diberikan bukan sekadar urusan dokumen. Pemkot Pontianak menghadirkan paket lengkap, mulai dari pendampingan intensif, layanan kesehatan gratis, hingga bantuan dana tunai untuk semua jemaah.
“Jadi, para calon Tamu Allah bisa fokus ibadah tanpa terlalu terbebani soal biaya tambahan, ” ucapanya Herman Hofi yang dikenal sebagai pengamat hukum dan kebijakan publik, Jumat, 1 Mei 2026.
Gaya pelayanan seperti ini terasa lebih humanis. Ada perhatian yang nyata, bukan sekadar formalitas. Bahkan, tim medis dari seluruh puskesmas di Pontianak ikut turun tangan memberikan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dari cek rutin sampai pemantauan berkala.
Langkah ini jelas bukan tanpa tujuan. Pemerintah ingin memastikan setiap jemaah berangkat dalam kondisi prima dan pulang membawa perubahan positif. Harapannya, sepulang dari haji, mereka bukan hanya menyandang gelar haji mabrur, tapi juga membawa energi baru lebih bijak, lebih tenang, dan lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Menariknya lagi, Pemkot Pontianak memandang para jemaah ini bukan sekadar warga biasa. Mereka dianggap sebagai representasi daerah di mata dunia.
“Dengan kata lain, mereka adalah duta moral yang membawa nama baik kota hingga ke Tanah Suci, ” jelasnya.
Dukungan seperti bantuan dana, vitamin, hingga fasilitas pendukung lainnya juga jadi bukti bahwa pemerintah serius dalam membangun kesejahteraan spiritual masyarakat. Ini bukan hanya program jangka pendek, tapi investasi sosial jangka panjang yang bisa memperkuat kepercayaan publik.
“Melihat tren positif ini, masyarakat tentu berharap pelayanan seperti ini terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. Karena pada akhirnya, keberangkatan haji bukan hanya soal perjalanan ibadah, tapi juga perjalanan transformasi diri, ” ungkapnya.
Dan yang paling penting, doa-doa dari Tanah Suci diharapkan bisa kembali ke Pontianak membawa keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi kota tercinta. (*/Amad)











Comment