Kubu Raya, Media Kalbar
Proyek pembangunan ruang kelas SD Negeri 19 Sungai Kakap yang merupakan aspirasi anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya dari Partai NasDem, Utin Nurvita, masih menyisakan persoalan serius. Pembangunan yang dijadwalkan rampung sejak tahun 2022 ini baru terealisasi satu dari dua lokal ruang kelas yang dijanjikan.
Kepala SDN 19 Sungai Kakap, Hambali, mengungkapkan bahwa satu ruang kelas yang tersisa masih dalam kondisi tidak layak digunakan. Menurut keterangan dari pihak pemborong, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama terhentinya pekerjaan. Beberapa bagian vital seperti plafon, jendela, dan pondasi bawah belum selesai dikerjakan. Bahkan, atap ruang kelas tersebut masih menggunakan seng bekas yang dinilai membahayakan.
“Kami sangat menyayangkan kondisi ini. Karena satu ruang belum bisa difungsikan, siswa terpaksa kami alihkan ke ruang laboratorium sementara. Tahun ini kami memiliki 119 siswa, dengan enam rombongan belajar, namun hanya lima lokal yang bisa digunakan,” ujar Hambali saat ditemui awak media di sekolahnya, Senin (28/7/2025).
Lebih jauh, ia menyebutkan bahwa sisa material bangunan yang masih berserakan di dalam ruang kelas juga mengancam keselamatan siswa. Kondisi jendela yang belum terpasang sempurna membuat ruangan terbuka dan tidak aman bagi anak-anak.
“Kami sangat berharap Dinas Pendidikan dan juga Ibu Utin Nurvita sebagai pengusul aspirasi bisa segera turun tangan menyelesaikan pembangunan ini. Ini bukan hanya soal gedung, tapi menyangkut kenyamanan dan keselamatan siswa kami,” tegas Hambali.
Proyek yang awalnya membawa harapan baru bagi kemajuan pendidikan di SDN 19 Sungai Kakap kini justru menyisakan kekhawatiran. Masyarakat pun mendesak agar ada perhatian dan tindakan cepat dari para pemangku kebijakan agar proses belajar mengajar tidak terus terganggu oleh infrastruktur yang mangkrak.”(MK/Ismail)











Comment