SINGKAWANG, MEDIA KALBAR – Fenomena tawuran dan balap liar yang semakin meresahkan masyarakat di Kota Singkawang mendapat perhatian serius dari berbagai elemen masyarakat. Rabu (11/3), Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Resor Kota Singkawang menggelar sosialisasi dan Kajian Ramadhan bertema “Peran Ormas dan Club Motor dalam rangka menjaga Harkamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Singkawang.”
Kegiatan yang berlangsung di Cafe Teras Kota Singkawang ini menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan, komunitas motor, akademisi, serta aparat kepolisian dalam menekan aksi kenakalan remaja yang kian marak di ruang publik.
Sejumlah organisasi dan komunitas hadir dalam forum tersebut, di antaranya Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Pokdar Kamtibmas Bhayangkara, Satpol PP, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Fatayat NU, Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, serta komunitas motor seperti Yamaha Riders Federation Indonesia (YRFI) dan MENUNDUK MC. Turut hadir Kasat Binmas Polres Singkawang Budi Anggoro bersama jajaran kepolisian.
Ketua Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Resor Kota Singkawang, Drs. H. Elmin, M.H, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi masyarakat dengan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
“Kami mengapresiasi peran aktif Bhabinkamtibmas dan masyarakat yang selama ini terus membina Pokdarkamtibmas dalam menjaga keamanan lingkungan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kasat Binmas Polres Singkawang Budi Anggoro menegaskan bahwa Pokdar Kamtibmas merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan di tengah masyarakat.
“Pokdarkamtibmas adalah ujung tombak keamanan di masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar semangat menjaga keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Ihsyan Sutrisno, S.Pd., M.Pd, seorang akademisi yang turut menjadi narasumber, menyoroti dampak serius tawuran dan balap liar terhadap kehidupan sosial dan dunia pendidikan.
Menurutnya, aksi tersebut tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga merusak tatanan sosial masyarakat.
“Tawuran dan balap liar sangat meresahkan masyarakat. Selain mengganggu ketertiban umum, juga berpotensi merusak fasilitas publik, menimbulkan kecelakaan lalu lintas, cedera fisik dan mental, bahkan menurunkan prestasi belajar generasi muda,” jelasnya.
Selain diskusi keamanan, kegiatan juga diisi dengan ceramah Ramadhan oleh Ustadz Zulpiadi, S.Pd.I., M.A, dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Sebagai puncak acara, seluruh peserta menyatakan Deklarasi Bersama Ormas dan Club Motor Kota Singkawang yang berisi komitmen tegas untuk memerangi tawuran dan balap liar di kota tersebut.
Deklarasi tersebut menyatakan:
1. Menolak keras adanya aksi tawuran dan balap liar yang marak terjadi di wilayah Kota Singkawang.
2. Berkomitmen menjaga Kota Singkawang agar terbebas dari aksi tawuran dan balap liar.
3. Mendukung penuh kepolisian dalam upaya pencegahan tawuran dan balap liar demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Deklarasi ini menjadi sinyal kuat bahwa penanganan tawuran dan balap liar tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga merupakan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
Dengan sinergi antara ormas, komunitas motor, akademisi, tokoh agama, dan aparat kepolisian, diharapkan Kota Singkawang dapat menjadi ruang publik yang aman, tertib, dan ramah bagi generasi muda.(Rai)






Comment