Pontianak, Media Kalbar
Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H, memimpin RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa PT Bank Kalbar di Kantor Utama Bank Kalbar, Pontianak, Rabu (11/2/2026). Agenda strategis: memperkuat modal, memperluas ekspansi digital, serta meningkatkan pengawasan perusahaan.

Mengutip dari link resmi Pemprov Kalbar bahwa forum ini menyepakati penguatan permodalan dan pengawasan guna meningkatkan daya saing bank, seiring capaian laba bersih Rp522,99 miliar serta komitmen memperluas layanan digital dan pembiayaan UMKM.
RUPS tersebut dihadiri sejumlah Bupati dan Walikota se Kalbar, Komisaris dan jajaran Direksi Bank Kalbar.
“Dengan manajemen yang semakin kuat dan pengawasan yang ketat, kita optimis Bank Kalbar dapat bersaing dengan bank-bank nasional papan atas dalam hal layanan digital, namun tetap memiliki sentuhan lokal yang kuat,” ungkap Gubernur Kalbar.
Kinerja Bank Kalbar 2025 menunjukkan tren positif
– Laba bersih Rp522,99 miliar (tumbuh 7,66%)
– Kredit Rp18,07 triliun, dominasi UMKM di atas 39%
– Aset Rp27,84 triliun
– NPL terjaga sehat di 1,85%.
Memasuki 2026, fokus diarahkan pada penguatan layanan digital, pengembangan ekosistem QRIS hingga pelosok, serta peningkatan kapasitas permodalan melalui dukungan pemerintah daerah. Bank Kalbar diharapkan semakin adaptif, inklusif, dan menjadi motor penggerak ekonomi Kalimantan Barat.
Setujui Rokidi Mundur
Bank Kalbar melalui siaran pers yang diterima redaksi Media Kalbar menyampaikan hasil keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS) Tahun Buku 2025 PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar).
Disampaikan oleh Adi Fitriyadi Kepala Divisi Corporate Secretary Bank Kalbar bahwa dalam RUPS tersebut, Pemegang Saham telah menetapkan beberapa keputusan strategis, antara lain :
Mengapresiasi capaian kinerja Bank Kalbar tahun buku 2025 yang sangat baik dimana hampir semua target Rencana Bisnis Bank tahun buku 2025 tercapai (melampaui 100%). Termasuk capaian laba juga melampaui 100% sehingga Bank Kalbar dapat memberikan Dividen ke Pemegang Saham lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
Menyetujui Pengunduran Diri Saudara Rokidi dari jabatan Direktur Utama Bank Kalbar.
Mencalonkan Edy Kusnadi (Kepala Divisi Sumber Daya Manusia) sebagai calon Direktur Utama Bank Kalbar untuk mengikuti Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Pengunduran diri/pemberhentian dengan hormat Saudara Rokidi berlaku efektif setelah pengganti yang bersangkutan yaitu Saudara Edy Kusnadi mendapat persetujuan atau Lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan. Dengan demikian Saudara Rokidi, saat ini sampai dengan ditetapkannya Direktur Utama yang baru dalam Rapat Umum Penegang Saham yang akan datang secara definitif, masih menjabat secara sah sebagai Direktur Utama,” ungkap Adi Fitriyadi, Kamis (12/2).
“Oleh karena kinerja Bank Kalbar selama kepemimpinan Saudara Rokidi menunjukkan kinerja yang sangat bagus, Pemegang Saham juga akan mengusulkan Saudara Rokidi dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang akan datang untuk menempati posisi lain di Bank Kalbar,” ujarnya.
Selain itu juga, Mencalonkan Arif Gunanto sebagai Calon Direktur Teknologi Informasi & Digital Banking untuk mengikuti Penilaian Kemampuan dan Kepatutan pada Otoritas Jasa Keuangan.
Mencalonkan Zainudin dan Sudirman sebagai Calon Direktur Umum untuk mengikuti Penilaian Kemampuan dan Kepatutan pada Otoritas Jasa Keuangan.
Keputusan lain yang juga diambil dalam RUPS tersebut adalah menetapkan pengesahan laporan pertanggungjawaban Direksi, Laporan Pengawasan Dewan Komisaris, penggunaan laba bersih, penambahan setoran modal dan Penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik untuk melakukan Audit laporan Keuangan Tahun Buku 2026. (*/Amad)











Comment