Sambas, Media Kalbar – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sambas menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat pengawasan wilayah perbatasan negara pada 2026. Penguatan ini menjadi perhatian serius mengingat Kabupaten Sambas merupakan salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Kepala BNNK Sambas, Kompol Abdul Muthalib, S.H., mengatakan pihaknya tengah mengusulkan penambahan personel Polri untuk ditugaskan di BNNK Sambas. Personel tersebut nantinya diharapkan dapat bergabung dalam pengawasan di kawasan perbatasan, termasuk di wilayah PLBN maupun PLB Temajuk.
“Ini lagi pengusulan personel Polri untuk penugasan di BNNK Sambas agar bergabung dengan PLBN maupun PLB Temajuk,” ujar Kompol Abdul Muthalib.Rabu(8/7/2026)
Menurutnya, penguatan personel menjadi bagian penting dalam memperketat lini batas negara dari potensi masuknya narkotika maupun aktivitas ilegal lainnya. Terlebih, wilayah perbatasan memiliki tantangan tersendiri, baik dari sisi luas wilayah, mobilitas masyarakat, hingga potensi jalur tidak resmi yang perlu diawasi secara berkelanjutan.
BNNK Sambas menilai, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memperkuat pengawasan perbatasan. Kehadiran personel tambahan diharapkan dapat membantu mempercepat koordinasi, meningkatkan deteksi dini, serta memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah perbatasan.
Namun, Abdul Muthalib juga mengakui masih terdapat kendala utama yang dihadapi BNNK Sambas dalam pelaksanaan pengawasan di lapangan. Salah satunya adalah belum adanya bidang pemberantasan atau tim tindak di BNNK Sambas.
Kondisi tersebut membuat kegiatan razia maupun penindakan tidak dapat dilakukan secara langsung dan cepat oleh BNNK Sambas. Dalam pelaksanaannya, BNNK Sambas masih harus menunggu dukungan personel dari BNN Provinsi Kalimantan Barat.
“Kendalanya, BNNK tidak ada Brantas atau tim tindak, sehingga rentang waktu untuk kegiatan razia harus menunggu perbantuan personel dari BNNP,” jelasnya.
Situasi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam merespons potensi kerawanan di wilayah perbatasan. Sebab, pengawasan narkotika membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kesiapan personel di lapangan.
Meski demikian, BNNK Sambas tetap berkomitmen memperkuat fungsi pencegahan, koordinasi, dan pengawasan bersama instansi terkait. Pengusulan personel Polri dinilai sebagai salah satu langkah konkret untuk memperkuat struktur pengawasan, khususnya di titik-titik strategis perbatasan.
Dengan penguatan personel dan kolaborasi lintas instansi, BNNK Sambas berharap pengawasan wilayah perbatasan pada 2026 dapat berjalan lebih optimal, sekaligus menutup celah peredaran narkotika yang berpotensi masuk melalui jalur lintas batas negara.(Rai)











Comment