PONTIANAK, Media Kalbar – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat merilis 4 indikator strategis terbaru. Rilis disampaikan langsung oleh Kepala BPS Provinsi Kalbar, Muh. Saichudin melalui via zoom, Rabu (5/8/2026).
Dipaparkan bahwa secara umum, pertumbuhan ekonomi Kalbar menguat, kemiskinan turun, dan pengangguran sedikit berkurang. Namun tingkat ketimpangan pengeluaran naik tipis.
I. PERTUMBUHAN EKONOMI TW II-2026: 5,61% (y-on-y)
Perekonomian Kalimantan Barat triwulan II-2026 berdasarkan PDRB ADHB mencapai Rp90.105,79 miliar.
Berdasarkan PDRB ADHK 2010 mencapai Rp44.846,80 miliar.
Dibanding triwulan II-2025, ekonomi Kalbar tumbuh 5,61 persen (y-on-y). Angka ini menunjukkan kinerja ekonomi daerah masih ekspansif.
II. KETENAGAKERJAAN MEI 2026: TPT TURUN JADI 4,46%
Berdasarkan Sakernas Mei 2026:
1. Jumlah Angkatan Kerja: 2,97 juta orang, turun 71,86 ribu orang dibanding Februari 2026
2. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK): 67,76 persen, turun 1,89 persen poin dibanding Februari 2026
3. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): 4,46 persen, turun 0,11 persen poin dibanding Februari 2026
Penurunan TPT menunjukkan pasar kerja mulai menyerap tenaga kerja lebih baik meski jumlah angkatan kerja berkurang.
III. PROFIL KEMISKINAN MARET 2026: 5,78%
Persentase penduduk miskin Maret 2026 sebesar 5,78 persen, turun 0,19 persen poin dibanding September 2025.
Jumlah penduduk miskin 313,37 ribu orang, berkurang 9,17 ribu orang dibanding September 2025.
Rinciannya:
– Perkotaan: 4,32 persen
– Perdesaan: 6,72 persen
Keduanya sama-sama mengalami penurunan.
IV. KETIMPANGAN PENGELUARAN MARET 2026: GINI RATIO 0,311
Tingkat ketimpangan yang diukur dengan Gini Ratio sebesar 0,311, naik 0,003 poin dibanding September 2025.
– Perkotaan: 0,344, naik 0,003 poin
– Perdesaan: 0,260, turun 0,007 poin
Artinya kesenjangan di kota sedikit melebar, sementara di desa justru menyempit. (Amad)











Comment