Sambas, Media Kalbar – Kabupaten Sambas tidak hanya mengandalkan sektor perikanan dalam kegiatan ekspor. Beragam komoditas pertanian, buah-buahan, sayuran dan rempah tercatat memiliki nilai perdagangan mencapai Rp963,17 juta selama Januari hingga Juni 2026.
Data tersebut berdasarkan laporan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas, dalam rekap ekspor komoditas karantina tahun 2026.
Pada Januari, nilai komoditas tumbuhan yang dilalulintaskan tercatat sebesar Rp255,31 juta. Nilainya kemudian mencapai Rp220,87 juta pada Februari dan Rp205,95 juta pada Maret.
Memasuki April, nilai komoditas tumbuhan turun menjadi Rp55,16 juta. Angkanya kembali meningkat menjadi Rp119,25 juta pada Mei dan tercatat Rp106,60 juta pada Juni.
Komoditas yang diperdagangkan sangat beragam. Dari kelompok buah-buahan, terdapat buah naga, nanas, pisang, rambutan, salak, semangka, melon, nangka, cempedak, kedondong, langsat, tampui, sawo, pinang, sukun, kelengkeng, engkalak, matoa, labu, dabai, sirsak, jeruk bali dan jeruk nipis.
Sementara dari kelompok tanaman pangan dan sayuran, tercatat cabai, jagung, jagung manis, kedelai, kacang tanah, jengkol, petai, ketimun, terung, gambas, tomat, kucai, buncis, ubi jalar, ubi kayu, bengkuang dan talas.
Produk rempah dan tanaman aromatik juga masuk dalam daftar, seperti jahe, kunyit, lengkuas, serai dan kecombrang. Selain itu, terdapat kelapa bulat, jantung pisang, biji kelampai dan bungkil kacang tanah.
Keberagaman komoditas tersebut menunjukkan besarnya potensi sektor hortikultura dan perkebunan Sambas untuk dikembangkan sebagai sumber ekonomi baru.(Rai)








Comment