Sambas, MEDIA KALBAR – Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H. mendorong kerja sama pangan antara Indonesia dan Malaysia dimulai dari wilayah perbatasan. Ia menilai, kawasan terdepan negara tidak boleh hanya menjadi simbol kedaulatan, tetapi juga harus tampil sebagai pusat kekuatan produksi pangan.
Pernyataan itu disampaikan H.Satono dalam Seminar Internasional dan Upgrading Da’i bertema Ketahanan Pangan di Beranda Negara: Strategi Membangun Kedaulatan dari Daerah Perbatasan di Aula Utama Kantor Bupati Sambas.Rabu(8/4/2026)
Menurut H.Satono, Sambas memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia dan memiliki kapasitas pangan yang bisa diperhitungkan.
Ia menyebut produksi beras Sambas pada 2025 mencapai sekitar 121.057 ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat hanya berada di kisaran 50 ribu hingga 60 ribu ton per tahun.
Dengan kondisi itu, Sambas dinilai memiliki surplus beras sekitar 62 ribu ton, yang bisa menjadi modal penting dalam membangun peran kawasan perbatasan sebagai penyangga pangan.
Bupati Satono bahkan menyinggung peluang agar kebutuhan beras di wilayah jiran dapat dipenuhi dari kawasan terdekat seperti Sambas, selama tetap mengacu pada regulasi yang berlaku. Di tengah situasi global yang tak menentu, ia menilai kerja sama pangan antarkawasan bertetangga makin relevan untuk diperkuat.
“Perbatasan jangan hanya dilihat sebagai garis pemisah, tetapi juga ruang kerja sama yang bisa saling menguatkan,” kata Bupati Satono.
Ia menegaskan, kerja sama pangan tidak cukup bertumpu pada kedekatan geografis semata. Menurut dia, Sambas juga harus mampu meningkatkan kualitas hasil pertanian agar komoditas yang dihasilkan tidak hanya melimpah, tetapi juga kompetitif.
Karena itu, Satono meminta seluruh unsur daerah ikut terlibat memperkuat sektor pertanian, mulai dari pemerintah, Forkopimda, TNI-Polri, Bulog, penyuluh, hingga petani. Ia menilai, kekuatan produksi pangan hanya bisa dibangun melalui kerja bersama.
Melalui forum internasional itu, Satono berharap ada tindak lanjut nyata dalam membangun kolaborasi pangan lintas batas, khususnya antara Sambas, Sabah, dan Sarawak, agar wilayah perbatasan benar-benar menjadi kekuatan strategis baru di sektor pangan.(Rai)











Comment