SAMBAS, MEDIA KALBAR – Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas mencatat sebanyak 2.411 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi sepanjang Januari hingga Februari 2026. Dari jumlah tersebut, tidak terdapat laporan kasus kematian, sehingga secara umum kondisi masih dinilai terkendali.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. H. Ganjar Eko Probowa, menjelaskan bahwa angka tersebut justru menunjukkan tidak adanya peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Jika dibandingkan, pada tahun 2025 jumlah kasus ISPA di Kabupaten Sambas mencapai sekitar 52.100 kasus, dan pada tahun 2024 sebanyak 53.267 kasus. Sementara awal 2026 ini baru tercatat 2.411 kasus, sehingga secara tren belum menunjukkan lonjakan,” ujarnya.Selasa(3/2/2025)
Meski demikian, Ganjar menegaskan bahwa kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, mengingat ISPA merupakan penyakit menular yang mudah menyebar, terutama saat daya tahan tubuh menurun, perubahan cuaca ekstrem, hingga paparan polusi udara.
Menurutnya, secara nasional kasus ISPA pada awal 2026 memang menunjukkan tren peningkatan di sejumlah daerah di Indonesia, menyusul lonjakan pada akhir 2025. Faktor pemicu utamanya antara lain kualitas udara yang memburuk, perubahan iklim, serta infeksi virus seperti influenza.
“Walaupun kondisi di Sambas masih relatif stabil, kami mengimbau masyarakat agar tidak lengah. Pencegahan sejak dini sangat penting agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” tegasnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas juga mengajak masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan sederhana, antara lain rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, serta menggunakan masker di tempat umum atau keramaian.
“Kesadaran masyarakat adalah kunci utama. Dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat, kita bisa menekan risiko penularan ISPA di Kabupaten Sambas,” pungkas Ganjar.(Rai)











Comment