SAMBAS, MEDIA KALBAR – Kabupaten Sambas yang berada di wilayah perbatasan langsung Indonesia–Malaysia mencatat penyerapan tenaga kerja mencapai 21.875 orang hingga Desember 2025. Data tersebut berdasarkan laporan resmi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sambas. Kamis(5/2/2026) kepada Media Kalbar
Jumlah tenaga kerja tersebut tersebar pada 1.073 perusahaan lintas sektor yang beroperasi di wilayah perbatasan dan non-perbatasan Kabupaten Sambas. Dari total tenaga kerja, 17.245 orang merupakan laki-laki, sementara 4.630 orang perempuan.
Sebagai daerah perbatasan yang masih kuat pada sektor primer, pertanian dan perkebunan menjadi penopang utama ketenagakerjaan. Sektor ini menyerap 15.515 tenaga kerja dari 126 perusahaan, menjadikannya sektor dominan di Sambas.
Kondisi ini mencerminkan karakter ekonomi wilayah perbatasan yang masih bergantung pada pengelolaan lahan, perkebunan rakyat, serta aktivitas pertanian skala kecil hingga menengah.
Sektor jasa perusahaan mencatat 355 perusahaan dengan 2.127 tenaga kerja, disusul sektor perdagangan sebanyak 259 perusahaan yang menyerap 1.964 pekerja.
Sementara itu, sektor jasa sosial dan perseorangan mencatat 1.467 tenaga kerja dari 292 perusahaan, menunjukkan tumbuhnya kebutuhan layanan sosial di wilayah kabupaten Sambas
Berbeda dengan sektor primer, industri dan pertambangan di Sambas masih relatif kecil. Sektor industri hanya mencatat 373 tenaga kerja dari 11 perusahaan, sementara pertambangan menyerap 135 tenaga kerja dari 16 perusahaan.
Bahwa Data Disnakertrans juga menunjukkan ketimpangan gender dalam penyerapan tenaga kerja, di mana pekerja perempuan masih jauh lebih sedikit dibandingkan laki-laki di hampir seluruh sektor.(Rai)











Comment