Singkawang, Media Kalbar
Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kota Singkawang bersama Pokdar Kamtibmas Bhayangkara menggelar seminar bertema “Dampak Negatif dan Bahaya Bermain Judi di Kalangan Gen-Z” di Café Warkop Ngopi, Jalan Ahmad Yani, Kota Singkawang. Kamis(13/11/25)
Pokdar Kamtibmas Bhayangkara sendiri merupakan kelompok sadar keamanan dan ketertiban masyarakat yang menjadi mitra Polri secara sukarela dalam menjaga keamanan lingkungan.
Acara ini dihadiri berbagai organisasi kepemudaan, ormas, dan BEM seperti HMI, GMNI, HIMAS Akbid, BEM ISBI, serta tokoh masyarakat. Sejumlah narasumber turut hadir, di antaranya IPDA Khadafi Mufti (Kanit I Tipidum Satreskrim Polres Singkawang), Dedi Wahyudi, S.IP., M.H. (Kasubbag Umum Kepegawaian dan Aset Diskominfo Singkawang), dan Dr. Zikriadi, S.Pd.I., M.Pd. (Akademisi dan pegiat literasi).
Ketua Umum Pemuda Muslimin Indonesia Kota Singkawang, Ihsyan Sutrisno, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap gerakan nasional pemberantasan judi yang semakin marak di masyarakat.
“Perkembangan teknologi digital membawa manfaat, tapi juga tantangan besar, salah satunya meningkatnya judi daring. Ini sudah menyasar anak muda, pelajar, bahkan mahasiswa. Karena itu, kita perlu edukasi sejak dini,” ujar Ihsyan.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan kesadaran hukum dan moral di kalangan Gen-Z agar tidak mudah tergoda ikut-ikutan dalam aktivitas perjudian yang bisa berdampak ekonomi, sosial, dan spiritual.
Selain sesi tanya jawab interaktif, peserta juga melakukan deklarasi bersama yang berisi tiga poin utama:
1. Menolak segala bentuk perjudian, baik konvensional maupun online di wilayah Kota Singkawang.
2. Mendukung kepolisian dalam penegakan hukum terhadap praktik perjudian yang merusak generasi muda.
3. Menguatkan nilai-nilai religius dan moral agar tidak terjerumus dalam perjudian.
Ihsyan juga menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan, mulai dari sekolah hingga kampus, untuk ikut menekan kasus perjudian di kalangan pelajar. Ia pun memberikan tips sederhana agar terhindar dari judi daring:
“Perkuat iman dan takwa, jangan pernah membuka situs judi online. Blokir saja situs-situs itu agar tidak tergoda,” pesannya.(Rai)







Comment