Ketapang, Media Kalbar
Dugaan praktik mafia BBM subsidi kembali bikin geger publik. Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan mobil tangki diduga milik penyalur resmi Pertamina tertangkap kamera sedang melakukan aktivitas mencurigakan yang diduga sebagai praktik “kencing” tangki solar subsidi.
Yang menjadi sorotan, dugaan penyelewengan ini disebut-sebut berkaitan dengan distribusi BBM menuju salah satu SPBU di Kabupaten Ketapang.
Dalam video tersebut tampak mobil tangki merah putih bertuliskan Pertamina Patra Niaga bernopol KB 9330 FP dengan kode lambung 135 diduga membongkar muatan kepada dua mobil tangki biru putih KB 8575 MN dan KB 8247. Sebuah mobil pickup Daihatsu KB 8973 WA juga terlihat berada di lokasi.
Hingga kini, lokasi pasti kejadian belum diketahui. Namun video itu langsung memicu kemarahan publik karena BBM yang diduga solar subsidi tersebut disebut-sebut memiliki Delivery Order (DO) tujuan ke SPBU 64.788.16 Desa Bengaras, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang.
Parahnya lagi, dalam rekaman video terdengar jelas suara perekam yang menyebut nama perusahaan dan dugaan tujuan distribusi BBM tersebut.
“PT Elnusa Petrovit, 16.000 liter plat 9330 FP lagi bongkar ke tangki industri Putra Petro Borneo. Dua unit mobil, KB 8575 MN dan 8247,” ujar suara dalam video.
Situasi di lokasi bahkan sempat ricuh. Awak media yang mencoba mendokumentasikan aktivitas tersebut diduga mendapat intimidasi hingga terjadi aksi dorong-dorongan dengan sejumlah oknum di lokasi.
Dugaan keterlibatan jalur distribusi menuju SPBU tertentu semakin menjadi perhatian karena para sopir ekspedisi mengaku justru sering tidak kebagian solar subsidi di SPBU Sungai Laur.
“Sering kosong kalau kami mau isi. Susah dapat solar, padahal kuotanya katanya besar,” ungkap seorang sopir.
Informasi yang beredar menyebut SPBU tersebut diduga menerima pasokan hingga puluhan tangki setiap bulan. Namun di lapangan, solar subsidi justru kerap langka bagi masyarakat dan sopir angkutan.
Tidak hanya itu, tim media sebelumnya juga pernah menemukan dugaan distribusi BBM menggunakan jeriken dalam jumlah besar hingga ke wilayah Kecamatan Nanga Tayap.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengurus SPBU yang disebut bernama Robi belum memberikan klarifikasi meski telah dihubungi melalui WhatsApp.
Jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut berpotensi menjadi bagian dari permainan mafia solar subsidi yang merugikan negara dan masyarakat kecil. BBM yang seharusnya dinikmati rakyat diduga malah dialihkan ke sektor industri demi keuntungan pribadi.
Publik kini mendesak BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, dan aparat penegak hukum segera turun tangan mengusut dugaan permainan solar subsidi yang menyeret nama SPBU di Ketapang tersebut. (*/MK)











Comment