by

Dr. Abdul Hamid, S.Pi., M.Si Nakhodai MABM Kapuas Hulu, Momentum Perkuat Marwah dan Puak Melayu

Putussibau, Media Kalbar

Dr. Abdul Hamid, S.Pi., M.Si. yang juga Wakil Ketua DPRD terpilih sebagai Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Kapuas Hulu untuk periode 2026–2031.

Kepemimpinan baru ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan Marwah dan puak Melayu sekaligus menjaga dan melestarikan adat istiadat serta kebudayaan Melayu di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat,10 Oktober 2026

Berdasarkan dokumentasi hasil pemilihan yang ditampilkan melalui layar proyektor, Dr. Abdul Hamid, S.Pi., M.Si., memperoleh 12 suara, sedangkan Sukardi, S.M., memperoleh 7 suara. Hasil tersebut menempatkan Abdul Hamid sebagai ketua terpilih MABM Kabupaten Kapuas Hulu untuk periode lima tahun mendatang.

Terpilihnya Dr. Abdul Hamid, S.Pi., M.Si., membawa harapan baru bagi masyarakat agar MABM semakin aktif menjalankan perannya sebagai wadah pemeliharaan adat, tradisi, dan kebudayaan Melayu di Kabupaten Kapuas Hulu.

Budaya Melayu Kapuas Hulu Diharapkan Menjadi Prioritas

Ke depan, MABM Kabupaten Kapuas Hulu diharapkan lebih mengutamakan pelestarian dan pengembangan budaya Melayu yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat setempat.

Kebudayaan Melayu bukan sekadar simbol atau kegiatan seremonial, melainkan warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah, adat istiadat, bahasa, kesenian, tradisi, serta tata krama yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

Karena itu, kepengurusan MABM di bawah kepemimpinan Dr. Abdul Hamid, S.Pi., M.Si., diharapkan mampu menyusun program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Melayu. Hal ini termasuk memberikan ruang bagi para tokoh adat, pelaku seni budaya, tokoh masyarakat, dan generasi muda untuk berperan aktif dalam melestarikan warisan leluhur.

Harapannya, MABM tidak hanya menjadi organisasi secara struktural, tetapi benar-benar hadir sebagai wadah pemersatu masyarakat Melayu Kapuas Hulu dalam menjaga identitas, martabat, dan kelestarian budaya daerah.

Pelestarian budaya juga diharapkan dilakukan secara berkelanjutan melalui pembinaan generasi muda, pendokumentasian tradisi, pengenalan sejarah Melayu, serta penyelenggaraan kegiatan adat dan kebudayaan di berbagai wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.

Amanah Kepemimpinan dan Harapan Masyarakat

Sebagai ketua terpilih, Dr. Abdul Hamid, S.Pi., M.Si., diharapkan dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan musyawarah, serta merangkul seluruh elemen masyarakat Melayu.

Selain berfokus pada pelestarian budaya, kepemimpinan baru MABM juga diharapkan mampu mempererat persatuan dan silaturahmi serta membangun hubungan harmonis dengan berbagai etnis maupun kelompok masyarakat lainnya yang ada di Bumi Uncak Kapuas

Semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap adat istiadat perlu menjadi landasan dalam menjalankan organisasi agar MABM semakin solid dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Harapan masyarakat, di bawah kepemimpinan Dr. Abdul Hamid, S.Pi., M.Si., MABM Kabupaten Kapuas Hulu periode 2026–2031 semakin memprioritaskan budaya Melayu lokal, menjaga warisan leluhur, dan memastikan generasi muda mengenal serta mencintai kebudayaan daerahnya sendiri.

Jangan sampai warisan budaya Melayu hanya menjadi cerita masa lalu. Sebaliknya, adat istiadat dan tradisi sebagai identitas Melayu harus tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu.(Icg)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed