Sambas, Media Kalbar – Aktivitas ekspor komoditas asal Kabupaten Sambas mencatatkan nilai Rp6,06 miliar sepanjang Januari hingga Juni 2026. Produk perikanan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi mencapai sekitar 84% dari total nilai ekspor.
Berdasarkan laporan
Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas, total nilai komoditas yang tercatat melalui karantina mencapai Rp6.066.142.000.
Dari jumlah tersebut, sektor karantina ikan menyumbang Rp5.091.372.000. Sementara komoditas karantina tumbuhan tercatat sebesar Rp963.170.000 dan karantina hewan sebesar Rp11.600.000.
Nilai ekspor produk perikanan bergerak cukup kuat selama semester pertama 2026. Pada Januari, nilainya mencapai Rp717,36 juta, kemudian naik menjadi Rp757,81 juta pada Februari.
Pada Maret, nilai ekspor perikanan tercatat Rp738,72 juta. Angkanya kemudian meningkat menjadi Rp890,64 juta pada April dan menembus Rp1,017 miliar pada Mei, sekaligus menjadi capaian bulanan tertinggi selama periode tersebut.
Memasuki Juni, nilai ekspor perikanan tetap berada pada level tinggi, yakni Rp969,72 juta.
Komoditas perikanan yang diperdagangkan cukup beragam, mulai dari cumi-cumi, ikan kakap, kakap batu, kakap merah, kerapu, tenggiri, bawal hitam, bawal putih, kurau, tongkol, manyung, belanak, kurisi hingga ikan layur.
Selain ikan, terdapat pula komoditas rajungan segar, ubur-ubur, udang dogol, udang wangkang, udang vaname, cacing nipah dan produk olahan berupa kerupuk ikan.
Besarnya kontribusi produk perikanan menunjukkan bahwa sektor kelautan dan perikanan masih menjadi salah satu penopang utama perdagangan komoditas Kabupaten Sambas.(Rai)








Comment