Singapura, Media Kalbar
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar asal Pontianak, Kalimantan Barat.
Nathan Alexandro Tjhe, siswa ACS (International) Singapore, berhasil meraih hibah internasional dari International Baccalaureate Global Youth Action Fund 2026 (IB GYAF) atas inisiatif sosial yang ia kembangkan.
Nathan yang pindah ke Singapura pada 2022 menunjukkan konsistensi dalam bidang akademik. Ia meraih penghargaan Best in English dan Best in Theory of Knowledge di sekolahnya, serta IGCSE Distinction Award dan Gold Award dalam Lomba Nasional Pena Emas.
Di luar akademik, Nathan juga aktif mengembangkan minat di bidang bisnis dan inovasi. Ia merupakan pendiri Business, Innovation, and Technology Society (BITs) di sekolahnya, sebuah wadah bagi pelajar untuk mengembangkan ide bisnis dan solusi berbasis teknologi.
Melalui kompetisi Prudential Young Trailblazers Business Start-Up, Nathan meraih penghargaan Best Overall lewat inovasi produk “Snug & Stitch”, yaitu pakaian bayi yang dapat menyesuaikan ukuran seiring pertumbuhan anak guna mengurangi limbah tekstil. Inovasi ini menjadi bagian dari perjalanan kewirausahaan Nathan sebelum ia mengembangkan dampak sosial yang lebih luas.
Peduli Initiative merupakan gerakan berbasis pelajar yang berfokus pada bantuan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura. Dalam pelaksanaannya, Nathan menggabungkan pendekatan kewirausahaan dengan kepedulian sosial.
Ia mengorganisasi pengumpulan dan penjualan barang bekas layak pakai melalui platform e-commerce sebagai sumber pendanaan berkelanjutan. Dana yang dihasilkan kemudian dialokasikan kembali untuk mendukung berbagai program bantuan bagi PMI.
Program ini dijalankan dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura serta organisasi pelajar Indonesia seperti PINTU (Pelajar Indonesia NTU). Melalui kolaborasi ini, Peduli Initiative berhasil menjangkau lebih dari 100 PMI dalam berbagai kegiatan komunitas yang mencakup interaksi sosial dan distribusi paket kebutuhan pokok.
“Saya melihat bisnis tidak hanya sebagai alat untuk menghasilkan keuntungan, tetapi juga sebagai cara untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan,” ujar Nathan yang disampaikan kepada Redaksi Media Kalbar/ Mediakalbarnews.com pada Jumat (1/5).
Seiring perkembangannya, Peduli Initiative tidak hanya berfokus di Singapura, tetapi juga telah memperluas jangkauan ke Indonesia. Program ini telah menyalurkan bantuan ke panti asuhan dan panti jompo di Pontianak dan Kubu Raya, serta turut berkontribusi dalam penanganan bencana banjir di Aceh melalui aksi penggalangan donasi tanggap darurat.
Dari lebih dari 1.100 pendaftar di lebih dari 40 negara, Peduli Initiative terpilih sebagai salah satu dari sekitar 110 proyek yang menerima hibah IB GYAF. Pencapaian ini menjadikan Nathan sebagai pelajar pertama asal Kalimantan Barat dan proyek ketiga di Singapura yang berhasil meraih hibah tersebut.
Selain itu, Nathan juga terpilih sebagai salah satu dari 60 Pemimpin Muda Terbaik oleh Kementerian Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda Singapura (MCCY) dalam rangka perayaan 60 tahun kemerdekaan Singapura (SG60), sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi pemuda dalam membangun komunitas.
Ke depan, Nathan telah mempersiapkan keberlanjutan program dengan menyerahkan kepemimpinan kepada generasi penerus untuk periode 2026–2027. Ia berharap Peduli Initiative dapat terus berkembang dan memperluas jangkauan ke lebih banyak daerah, melampaui Singapura, Pontianak, Kubu Raya, dan Aceh.
Melalui langkah tersebut, Nathan Alexandro Tjhe menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya mampu berprestasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam menciptakan solusi yang berdampak luas dan berkelanjutan bagi masyarakat. (*/Amad)







Comment