Pontianak, Media Kalbar – Gubernur Kalimantan Barat H. Ria Norsan menyampaikan pernyataan resmi terkait gelombang aksi demonstrasi mahasiswa mengenai krisis Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan Barat.
Menanggapi anggapan bahwa dirinya menghindar dari demonstran, Ria Norsan menegaskan hal tersebut tidak benar. Dalam pernyataannya pada Jumat (23/10/2026), Gubernur Kalbar menyampaikan poin-poin penting.
Berikut poin-poin utama pernyataan Gubernur:
1. Keberadaan Gubernur: Menepis anggapan menghindar dari demonstran, beliau menegaskan tidak lari atau sembunyi. Kepergiannya ke Jakarta bertujuan menghadiri Rapat Bersama Presiden yang melibatkan seluruh kepala daerah.
2. Transparansi Dana Karhutla: Mengenai anggaran penanganan krisis kebakaran hutan, ditegaskan bahwa terdapat mekanisme kelola keuangan yang jelas dan transparan dalam penggunaannya.
3. Latar Belakang Pergerakan: Mengingatkan kembali bahwa dirinya lahir dari rahim pergerakan mahasiswa, sehingga memahami betul esensi penyampaian aspirasi tersebut.
4. Ajakan Kolaborasi: Beliau mengajak semua elemen masyarakat dan mahasiswa untuk saling bekerja sama demi mewujudkan pembangunan Kalimantan Barat yang lebih baik di masa depan.
Ria Norsan menyampaikan bahwa pemerintah provinsi tetap komitmen menangani karhutla dan membuka ruang dialog dengan mahasiswa secara konstruktif. (Amad)











Comment