Kubu Raya, Media Kalbar – Kepala Desa Sepuk Laut, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Muhammad Ali, mengungkapkan tingginya harga gas elpiji 3 kilogram bersubsidi yang beredar di wilayahnya. Hal tersebut disampaikannya kepada awak media beberapa waktu lalu.
Menurut Muhammad Ali, harga gas elpiji subsidi di Desa Sepuk Laut saat ini berada di kisaran Rp27.000 hingga Rp29.000 per tabung, jauh lebih tinggi dibanding harga eceran resmi yang ditetapkan pemerintah.
Ia menjelaskan, mahalnya harga gas tersebut diduga karena proses distribusi yang harus ditempuh dari Sungai Kakap menuju Desa Sepok Laut menggunakan transportasi motor tambang melalui jalur sungai.
“Gas elpiji yang masuk ke Sepok Laut ini datang dari Sungai Kakap menggunakan motor tambang. Mungkin karena biaya angkut dan jarak tempuh, sehingga sampai ke masyarakat harganya bisa mencapai Rp27 ribu bahkan Rp29 ribu per tabung,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Muhammad Ali menyampaikan harapannya agar di Desa Sepok Laut dapat dibentuk agen resmi gas elpiji 3 kilogram, sehingga distribusi lebih teratur dan harga bisa lebih terjangkau oleh masyarakat.
“Saya inginnya di Sepok Laut itu ada agen langsung di sana. Sekarang kan kita sudah punya Koperasi Merah Putih. Lebih baik koperasi saja yang mengelola penyaluran gas ini. Saya rasa itu akan lebih baik untuk masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Koperasi Merah Putih di Desa Sepok Laut sebenarnya sudah berdiri dan siap diberdayakan, tinggal menunggu langkah lanjutan agar bisa berperan sebagai pengelola distribusi gas elpiji subsidi.
Saat ditanya mengenai siapa pemasok gas elpiji dari Sungai Kakap ke Desa Sepok Laut, Muhammad Ali mengaku tidak mengetahui secara pasti.
“Kalau ditanya siapa pemasok gas dari Kakap, kami tidak tahu. Intinya kami di desa hanya tahu gas datang. Warga yang perlu gas tinggal ambil saja. Biasanya ada dua tempat penjualan, ada juga di tempat-tempat lain. Warga beli di situ, tapi kami tidak tahu asal pastinya dari mana,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat memberikan perhatian terhadap persoalan ini, terutama mengenai penetapan agen resmi di wilayah pesisir seperti Desa Sepok Laut.
Dengan adanya agen resmi yang dikelola koperasi desa, Muhammad Ali optimistis distribusi gas elpiji subsidi akan lebih jelas, harga lebih stabil, dan masyarakat tidak lagi terbebani dengan harga yang terlalu tinggi.
“Kami berharap ke depan ada solusi nyata agar warga bisa mendapatkan gas elpiji sesuai harga yang semestinya,” tutupnya.(Mk/Ismail)
Harga Gas Elpiji 3 Kg di Desa Sepok Laut Capai Rp29 Ribu











Comment