Jakarta, Media Kalbar – Industri kelapa sawit nasional kembali ditegaskan pemerintah sebagai sektor strategis yang berperan penting dalam ketahanan pangan, energi, serta penguatan ekonomi perdesaan. Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo terus memperkuat peran sebagai penghubung antara kebijakan negara dan implementasi di lapangan melalui penguatan kemitraan petani dan dukungan terhadap Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengembangan sawit nasional, termasuk melalui PSR, merupakan bagian dari agenda besar pemerintah untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat, memperkuat hilirisasi, serta memastikan industri sawit memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor strategis, termasuk sawit, sebagai pilar ketahanan pangan dan energi nasional.
Dalam konteks tersebut, PalmCo mencatatkan kinerja kemitraan yang signifikan sepanjang 2025. Perusahaan menyerap 3,25 juta ton tandan buah segar (TBS) petani swadaya, meningkat 16 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan 2024. Serapan tersebut berasal dari ratusan kemitraan KUD/Lembaga Pekebun yang tersebar di tujuh regional PalmCo, mencakup wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Hingga akhir tahun, PalmCo tercatat bermitra dengan lebih dari 13 ribu petani, baik dalam skema plasma maupun petani swadaya. Dari sisi produksi, rata-rata TBS petani binaan PalmCo tumbuh sekitar 19–20 persen dalam tujuh tahun terakhir, didorong oleh pendampingan teknis, perbaikan praktik budidaya, serta kepastian serapan hasil panen.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa kemitraan yang dibangun secara konsisten mampu memperkuat hulu industri sawit nasional.
“PalmCo berupaya menjaga kesinambungan pasokan dengan memastikan petani memiliki kepastian usaha. Ketika petani tumbuh dan produktivitasnya meningkat, maka rantai pasok sawit nasional akan menjadi lebih kuat,” ujar Jatmiko.
Dari sisi kinerja perusahaan, pembelian TBS petani juga memberikan kontribusi signifikan. Sepanjang 2025, kontribusi pembelian TBS petani terhadap pendapatan dan margin operasional PalmCo tercatat meningkat hingga 53 persen.
Komitmen Holding Perkebunan Nusantara melalui PalmCo juga tercermin dalam dukungan terhadap Program Peremajaan Sawit Rakyat. Sepanjang 2025, realisasi Rekomendasi Teknis (Rekomtek) PSR yang difasilitasi PalmCo mencapai 23.188 hektare, melonjak 71 persen dibandingkan realisasi 2024. Sementara itu, pencairan dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah terealisasi untuk 22.644 hektare.
Dalam pelaksanaan PSR, PalmCo berperan sebagai mitra pendamping melalui pendampingan teknis kepada petani, mencakup edukasi budidaya, pengelolaan kebun, hingga persiapan agar kebun hasil PSR kembali produktif dan terhubung dengan rantai pasok industri.
Manfaat kemitraan tersebut dirasakan langsung oleh petani. Ketua Aspekpir Indonesia Setiyono menyampaikan bahwa pola kemitraan dengan PalmCo memberikan dampak positif bagi petani plasma.
“Kami sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari plasma PTPN. Perhatiannya nyata, termasuk pelatihan bagi petani. Dalam waktu singkat, kami mendapatkan edukasi tentang cara berkebun yang lebih baik dan ilmu yang sangat bermanfaat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Muhammad Nur, mitra kemitraan PTPN IV Regional I Djaba. “Alhamdulillah, kami beberapa kali dibimbing dan dibina. Ketika kami membutuhkan dukungan untuk PSR selanjutnya, PTPN hadir membantu, bahkan tanpa biaya,” kata Muhammad Nur.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Kelompok Tani Perkebunan Pasir Tuntung Jaya Haposan Manurung mengajak petani lain untuk membangun kepercayaan dalam kemitraan.
“Kami mengajak petani yang bermitra dengan PTPN untuk saling mendukung dan saling percaya. Dengan kemitraan yang baik, petani bisa menjadi lebih cerdas, lebih tertata, dan pada akhirnya lebih sukses,” ujarnya.
Holding Perkebunan Nusantara menilai bahwa penguatan kemitraan dan percepatan PSR tidak hanya berdampak pada peningkatan produktivitas sawit nasional, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi desa. Aktivitas kebun yang produktif menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Ke depan, Holding Perkebunan Nusantara melalui PalmCo menargetkan kemitraan dengan petani terus diperluas, baik dari sisi jumlah mitra maupun kualitas pendampingan. PSR akan tetap menjadi agenda prioritas sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing industri sawit nasional. (Mbis/MK)








Comment