by

Investor Masuk Sambas, DPMPTSP: Infrastruktur Jadi Tantangan, Tapi Pengusaha Serius Sudah Punya Hitungan

Sambas, Media Kalbar – Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu terus berupaya menjaga iklim investasi daerah di tengah sejumlah tantangan infrastruktur penunjang, mulai dari jalan, listrik, hingga jaringan internet.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Sambas, Suhendri, S.E., M.H., mengatakan tugas utama PTSP adalah memberikan legalitas usaha kepada pemohon serta melakukan pendampingan agar proses investasi dapat berjalan sesuai ketentuan.

“Tugas PTSP adalah memberikan legalitas usaha yang diajukan oleh pemohon dan melakukan pendampingan,” ujar Suhendri.Rabu(8/7/2026)

Menurutnya, apabila terdapat keluhan investor terkait infrastruktur penunjang, DPMPTSP akan menjembatani persoalan tersebut dengan melakukan koordinasi bersama organisasi perangkat daerah atau lembaga teknis yang memiliki kewenangan.

Koordinasi itu dilakukan agar realisasi investasi tetap mendapat dukungan sesuai kapasitas dan kewenangan masing-masing instansi.

“Terhadap permasalahan infrastruktur penunjang akan dikoordinasikan dengan OPD atau lembaga pengampu dalam rangka dukungan untuk realisasi investasi,” jelasnya.

Suhendri tidak menampik bahwa keterbatasan infrastruktur masih menjadi salah satu pekerjaan rumah dalam mendorong investasi daerah. Namun, ia menilai para pengusaha yang serius menanamkan modal umumnya telah memahami kondisi di lapangan, termasuk keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

Bahkan, sebagian investor disebut sudah memasukkan kebutuhan infrastruktur pendukung ke dalam perencanaan bisnis mereka. Artinya, sejumlah kendala teknis dapat diantisipasi dan dibiayai secara mandiri oleh pelaku usaha.

“Pengusaha sangat memahami kondisi ini dan keterbatasan anggaran yang dimiliki pemda. Oleh karenanya, kebanyakan pengusaha yang serius untuk berinvestasi sudah memetakan permasalahan ini dan sudah memasukkannya dalam perencanaan mereka untuk diatasi dan dibiayai secara mandiri,” katanya.

Suhendri menambahkan, pendekatan tersebut menjadi penting agar investasi tidak hanya bergantung pada kesiapan pemerintah daerah, tetapi juga pada komitmen pelaku usaha dalam membaca potensi dan risiko kawasan.

Dengan pola pendampingan dan koordinasi lintas sektor, DPMPTSP Sambas berharap realisasi investasi tetap dapat bergerak, terutama pada sektor-sektor yang memiliki prospek ekonomi bagi daerah dan masyarakat.

Pemerintah daerah, kata dia, akan terus membuka ruang bagi investor yang memiliki komitmen jangka panjang dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi Sambas.(Rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed