by

Isu Razia SNI, Bengkel dan Toko Bangunan di Sambas Dilaporkan Tutup, KADIN Minta Kejelasan

Sambas, Media Kalbar – Isu razia produk Standar Nasional Indonesia (SNI) dikaitkan dengan tutupnya bengkel dan toko bangunan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sambas meminta pemerintah daerah dan aparat segera memberi kejelasan.

Dalam informasi awal yang diterima pada Minggu (18/10/2026), hampir seluruh bengkel dan toko bangunan di Sambas dilaporkan tutup. Namun, jumlah usaha terdampak dan alasan masing-masing pemilik menghentikan operasional belum terverifikasi.

Ketua KADIN Sambas Eko Setiawan menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan dari anggota dan pelaku usaha mengenai tutupnya bengkel mobil serta toko bangunan dalam beberapa pekan terakhir.

“Kami di KADIN menerima banyak laporan dari anggota dan pelaku usaha di lapangan. Tutupnya bengkel mobil dan toko bangunan bukan sekadar tutup usaha biasa, ini adalah tutupnya nadi ekonomi rakyat Sambas,” kata Eko dalam bahan keterangannya.

Pekerja hingga Angkutan Hasil Kebun Bisa Terdampak

Eko menilai persoalan tersebut menyangkut penghasilan masyarakat. Bengkel menjadi tempat bergantungnya mekanik, tenaga administrasi, dan pemasok suku cadang. Toko bangunan juga menopang pekerjaan sopir, kuli angkut, serta tukang.

Jika usaha terus berhenti beroperasi, Eko khawatir dampaknya merambat ke perawatan kendaraan pengangkut hasil pertanian dan perkebunan hingga pembangunan rumah warga.

Ia juga mempertanyakan dampak ketidakpastian tersebut terhadap upaya menarik investor ke Sambas.

“Bagaimana kita mau bicara investasi besar, kalau usaha penopang investasi kecil saja tidak bisa bertahan hidup? Investor pasti akan berpikir dua kali. Iklim investasi kita dipertaruhkan di sini,” ujarnya.

Besaran kerugian,para pengusaha, pekerja terdampak, pengaruhnya terhadap masyarakat Kab. Sambas atas penutupan serentak toko bangunan dan bengkel-bengkel tersebut.

Ridwan. SH meminta Pengusaha-pengusaha Sambas diberikan Sosialisai Penjualan Barang SNI dan Terkait Isu Razia Barang-barang Non SNI.

Wakil Ketua Umum KADIN Sambas sekaligus praktisi hukum, Ridwan, S.H., meminta agar pihak Pemda Sambas hadir untuk memberikan sosialisai kepada Pengusaha Toko Bangunan, Bengkel Mobil dan Motor yang ada di kabupaten sambas terkait isu Razia, menyikapi isu penertiban barang-barang Non SNI, sehingga para pengusaha tersebut melakukan penutupan toko serentak.
Ia mememinta perlunya dasar dan prosedur yang jelas kepada pihak yang berwenang, apabila memang ada isu razia barang-barang Non SNI terhadap pengusaha toko bangunan, Bengkel motor dan mobil, sehingga memberikan kepastian hukum dan Roda ekonomi Sambas berjalan seperti biasanya.

KADIN juga meminta pemerintah daerah dan aparat menjelaskan kebenaran isu razia SNI, pihak yang melaksanakan, serta sasaran pemeriksaannya apakah merupakan dalam rangka upaya sosialisasi pencegahan atau pengambilan tindakan terhadap pengusaha toko bangunan, bengkel mobil dan Motor. Permintaan itu disampaikan agar pelaku usaha memperoleh kepastian mengenai situasi yang terjadi.

“KADIN Kabupaten Sambas berdiri bersama pelaku usaha. Kami tidak ingin Roda ekonomi di Kabupaten Sambas Terhambat karena isu Razia Barang Non SNI tersebut

Bahan yang diterima belum memuat tanggapan langsung Pemkab Sambas, Polres Sambas, maupun instansi terkait mengenai isu razia SNI tersebut. Belum ada dokumen dalam bahan itu yang menunjukkan adanya alasan pengusaha -pengusaha Kab. Sambas melakukan penutupan serentak usaha toko bangunan dan bengkel baik mobil maupun motor
.(rai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed