Pontianak, Media Kalbar
Kapolresta Pontianak membuka secara resmi seminar pemahaman mendalam kepada para guru terkait ciri-ciri, bentuk penyebaran, serta dampak ideologi ekstrem Neo Nazi dan White Supremacy. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Hadari Nawawi Universitas PGRI Pontianak, Jalan Ampera, Rabu (11/2).
Dalam sambutannya, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa upaya pencegahan penyebaran ideologi ekstrem harus dimulai sejak dini, khususnya melalui lingkungan pendidikan. Guru memiliki peran yang sangat strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan dan figur yang memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir serta karakter peserta didik.
“Guru adalah garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda. Dengan pemahaman yang baik tentang ideologi ekstrem, guru dapat memberikan edukasi, contoh, serta melakukan deteksi dini terhadap pengaruh-pengaruh negatif yang dapat merusak persatuan dan nilai kebangsaan,” ujarnya.
Kapolresta juga menyampaikan bahwa ideologi ekstrem seperti Neo Nazi dan White Supremacy dapat menyusup melalui berbagai media, termasuk media sosial dan ruang digital. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan serta literasi digital yang kuat di kalangan pendidik.
Kegiatan seminar ini dihadiri oleh Rektor Universitas PGRI Pontianak, perwakilan Densus 88 Anti Teror Wilayah Kalimantan Barat, perwakilan Pemerintah Kota Pontianak, serta para guru yang berasal dari Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.
Sebagai bentuk apresiasi atas peran dan dukungan dunia pendidikan dalam upaya pencegahan paham radikal dan ekstrem, pada kesempatan tersebut Kapolresta Pontianak turut menyerahkan piagam penghargaan kepada PGRI Kota Pontianak. Pemberian piagam ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan insan pendidikan dalam menjaga generasi muda dari pengaruh ideologi yang bertentangan dengan nilai Pancasila.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara Kapolresta Pontianak, unsur pimpinan Universitas PGRI Pontianak, perwakilan Densus 88 Anti Teror, Pemerintah Kota Pontianak, serta para guru peserta seminar.
Melalui seminar ini, diharapkan para guru memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai bahaya ideologi ekstrem serta mampu menjadi agen pencegahan di lingkungan sekolah dan masyarakat, guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*/Amad)







Comment