Landak, Media Kalbar
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Landak. Kali ini, api melahap lahan milik empat orang pemilik di beberapa titik lokasi Desa Tebedak, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, pada Jumat (30/01/2026) siang.
Berkat kesigapan Pamapta III Polres Landak yang dipimpin langsung oleh Ipda Randi Tri Nanda, SH, bersama personel piket fungsi, TNI, Damkar Pemda Kabupaten Landak, Pemadam Yayasan Bhakti Suci Ngabang, serta masyarakat sekitar, akan tetapi pada saat ini api belum bisa di padamkan di karenakan lokasi agak sulit dengan medan yang agak jurang dan msih dilakukan pendinginan oleh team damkar dan masyarakat
Respons cepat ditunjukkan Pamapta III Polres Landak setelah menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 13.30 WIB. Tanpa menunggu lama, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi kebakaran yang berada di sekitar rumah dinas Wakil Bupati Landak.
Ipda Randi Tri Nanda, SH menjelaskan bahwa api awalnya berasal dari titik kecil, namun dengan cepat meluas ke beberapa titik akibat kondisi lahan yang kering, angin kencang, serta keterbatasan sumber air di lokasi kejadian.
“Api yang awalnya kecil kemudian menyebar dengan cepat karena angin cukup kencang dan kondisi lahan sangat kering. Selain itu, akses menuju titik api juga cukup sulit karena medan terputus,” ungkapnya.
Diketahui, lahan yang terbakar merupakan milik Yusnardi, Watan, Bony, serta satu pemilik lainnya yang masih dalam penyelidikan. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 3 hingga 4 hektare.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, terdiri dari Damkar Pemda Kabupaten Landak dan Yayasan Bhakti Suci Ngabang. Meski cuaca saat kejadian terpantau cerah, kondisi tersebut justru mempercepat penyebaran api karena suhu panas dan hembusan angin yang cukup kuat.
“Pemadaman dan pendinginan terus kami intensifkan, khususnya di dua titik lahan yang saling berbatasan, guna mencegah api kembali menyala,” tambah Ipda Randi
Sementara itu, Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, SH., S.I.K. menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla tersebut.
“Kami mengapresiasi respons cepat dan sinergi yang solid antara Polri, TNI, Damkar, relawan, serta masyarakat. Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujar Kapolres
Lanjut Kapolres menambahkan, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Landak agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering.
“Kami akan terus melakukan patroli dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan. Keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya. (*/Amad)











Comment