Pontianak, Media Kalbar – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kalimantan Barat sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Kalimantan Barat, total luas lahan yang terbakar selama periode Januari hingga Desember 2025 mencapai 26.702,81 hektare. Sabtu(24/1/2026)
Koordinator Harian Pusdalops PB BPBD Provinsi Kalbar, Daniel, menyampaikan bahwa sebaran karhutla hampir terjadi di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat, dengan tingkat luasan yang bervariasi.
Berdasarkan data tersebut, Kabupaten Sambas mencatat luas karhutla mencapai 5.004,03 hektare, disusul Kabupaten Ketapang sebesar 3.948,85 hektare, dan Kabupaten Mempawah dengan luas 2.695,33 hektare. Sementara itu, Kabupaten Sanggau tercatat 2.611,74 hektare, dan Kabupaten Kubu Raya sebesar 2.548,38 hektare.
Wilayah lain yang juga terdampak cukup signifikan antara lain Kabupaten Sintang seluas 2.315,90 hektare, Kabupaten Melawi 2.005,57 hektare, Kabupaten Sekadau 1.263,32 hektare, serta Kabupaten Kapuas Hulu 1.421,34 hektare.
Adapun Kabupaten Bengkayang tercatat 1.090,62 hektare, Kabupaten Landak 899,78 hektare, dan Kabupaten Kayong Utara 499,38 hektare.
Untuk wilayah perkotaan, Kota Singkawang mencatat luas karhutla 248,14 hektare, sementara Kota Pontianak menjadi daerah dengan luasan terendah yakni 46,33 hektare.(Rai)







Comment